Senin, 25 Mei 2015

Offroad di Bandung | Manfaat Outbond Training – Bandung Offroad | 081220900524

      Outbound training belakangan menjadi suatu kegiatan yang banyak diagendakan oleh perusahaan – perusahaan sebagai bentuk kegiatan luar kantor yang sangat bermanfaat. Kegiatan yang berujung akan kemampuan aktualisasi diri dari seorang karyawan sehingga memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perusahaan. Dan melihat pentingnya kegiatan pelatihan, maka dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jasa training apapun mulai tumbuh subur di negeri tercinta ini.

       Beberapa kota yang cukup menjadi sasaran favorite bagi perusahaan untuk menggelar kegiatan outing ini seperti outbound puncak Cipanas, outbound Lembang, Sungai dan Ciwidey di Jawa Barat, outbound dan menginap di hotel di malang di Jawa Timur, outbound di bedugul dan kuta Bali. dan tempat – tempat lain di pelosok tanah air. Semua tempat memiliki karakteristik konsep dan metode yang berbeda – beda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan aktualisasi diri bagi pesertanya. Dan untuk tempat-tempat yang saya sebut di atas memiliki kesamaan yaitu menjadikan alam sebagai media tempat belajar aktualisasi diri. Outbound di daerah Puncak dan Ciwidey mengutamakan kegiatan lintas alam mendaki gunung, sedangkan outbound malang dan outbound citarik menggunakan kegiatan rafting di sungai sebagai media pembelajaran aktualisasi diri.

        Adapapun manfaat outbound training di dalam meningkatkan aktualisasi diri seseorang diantaranya:

       Melatih kemampuan seseorang terutama menumbuhkan jiwa leadership yang mungkin selama ini tidak nampak. Beberapa metode outbound training menggunakan permainan atau kegiatan yang telah diatur skenario-nya untuk membawa suatu team ke dalam suatu permasalahan. Dan saat team tersebut berjuang mengatasi masalah yang ada, maka jiwa leadership seseorang akan muncul.

       Melatih kerjasama team. Kegiatan outbound training biasanya dalam bentuk permainan yang melatih masing-masing individu yang mungkin terbiasa bekerja sendiri untuk dapat bahu membahu bersama team-nya di dalam menyelesaikan permainan.

       Melatih menyeimbangkan kemampuan analisa dan pola pikir dengan menggunakan otak kiri dan otak kanan. Kesimbangan antara pola berpikir realistis, konseptual dan “feeling” seseorang adalah senjata yang sangat ampuh di dalam mengambil keputusan.

       Mengasah kemampuan seseorang di dalam mengambil keputusan terhadap suatu kondisi di mana kondisi tersebut bisa saja tidak pernah di alami sebelumnya.

       Meningkatkan kemampuan dan kematangan kedewasaan seseorang di dalam mengambil keputusan.

       Menumbuhkan arti penting kehidupan kebersamaan. Terlebih di beberapa kota besar sangat banyak dijumpai orang-orang yang memiliki rasa individualistis yang tinggi. Bahkan mengarah kepada persaingan yang saling menjatuhkan.

       Fun. Metode kegiatan aktualisasi diri yang biasanya dikemas dalam kegiatan permainan akan memberikan rasa suka cita yang optimal bagi individu peserta outbound training.

       Manfaat outbound training di atas yang dikemas dalam bentuk permainan secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja seseorang dalam sebuah perusahaan untuk menjadi lebih optimal. Biasanya setelah selesai acara training, perlahan-lahan atau secara cepat, pola pikir seseorang akan terbentuk. Hal ini disebabkan metode permainan dalam outbound training lebih mudah mengendap dalam alam bawah sadar seseorang.

       Nah bagi Anda yang ingin dan mau mencoba olahraga yang satu ini. Dan Anda ingin melakukan offroad di Bandung, hubungi saja kami di :

Hotline : 085321483672 / 081220900524

WhatsAp : 087829320449 / 08562066257

Line : 085321483672

Pin BB : 51F6B866

Email : info@bandungoffroad.com

Alamat : Graha Pos, 5th floor Jl. Banda No.30 Bandung West Java (Indonesia)

Sejarah Rafting

Anda pecinta Rafting ?

Sudah tau sejarahnya ?

Nah kali ini saya akan membahas tentang
 Sejarah Rafting di Indonesia , simak terus ya …
       Setiap orang yang sehat dapat mencoba olah raga arung jeram. Arung Jeram dapat dikategorikan sebagai olah raga petualangan, karena tidak saja mengandung unsur olahraga (sport), tetapi juga petualangan (adventure) dengan berbagai resikonya.

       Apa yang mengilhami orang untuk bermain
 Rafting atau Arung Jeram? Para penggemarnya mengatakan karena olah raga ini membawa suatu pengalaman baru, sebagai obat dari kejenuhan kesibukan keseharian. Beberapa orang berpendapat bahwa Arung Jeram juga merupakan uji keberanian diri menghadapi tantangan. Dan karena Arung Jeram, untuk jenis-jenis tertentu merupakan olah raga beregu, maka dengan segenap unsurnya Arung Jeram dianggap puncak dari olah raga beregu. Ketika menghadapi jeram-jeram kita biasanya akan berteriak, ini juga melepaskan ketegangan-ketegangan dalam jiwa, dan merupakan obat yang ampuh bagi berbagai stress.
       Dengan mengarungi sungai, kita akan menikmati sudut yang lain dari keindahan pemandangan alam. Seperti di Sungai Alas yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Barat, kita akan menyaksikan keindahan alam, juga flora dan faunanya yang berbeda bila kita jelajahi dengan jalan biasa. Juga di Citarik, yang merupakan aliran sungai dari Taman Nasional Gunung Halimun, kita juga akan menyaksikan pemandangan alam, hewan-hewan air dan burung-burung, yang sulit kita nikmati di jalur lain.

       Kegiatan Arung Jeram sebenarnya telah ada sejak dahulu. Masyarakat tradisional di Kalimantan dengan kondisi alamnya yang menantang, dengan sungai-sungainya yang lebar dan sebagian berjeram, telah menjadikan kegiatan
 Arung Jeram sebagai bagian hidup keseharian. Dan di peradaban (yang katanya telah lebih) moderen, kegiatan Arung Jeram telah berubah menjadi kegiatan rekreasi dan olah raga petualangan.
        Di negeri Paman Sam, kegiatan Arung Jeram sebagai olah raga dipelopori oleh Mayor John Wisley, seorang ilmuwan yang memimpin sebuah ekspedisi di sepanjang Sungai Colorado, pada tahun 1860-an. Perahu yang digunakanya terbuat dari kayu. Di akhir abad XIX, seorang ilmuwan bangsa Belanda memimpin ekspedisi menyusuri sungai Kapuas dan Mahakam di Kalimantan yang juga berjeram, dengan menggunakan perahu suku Dayak yang terbuat dari Kayu. Perjalanan ini menempuh waktu hampir satu tahun. Ketika Tahun 1994 rute perjalanan ini ditapaktilasi kembali, dengan perahu boat bermotor, diperlukan waktu 44 hari untuk mengarungi jalur ini.

       Arung Jeram di Indonesia

       Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .

       Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.

       Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak. Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi. Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat. Jawa Tengah meiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi. Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang. Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat. Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.

       Telah beberapa kali diadakan kejuaraan arung jeram oleh beberapa perkumpulan di Indonesia, tetapi belum terdapat standard baku baik tentang penyelenggaraan, peralatan maupun penilaiannya. Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali. Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya. Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia.

       Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , sungai Saadan – Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat. Saat ini sudah banyak operator wisata Arung Jeram, baik di Jawa, Bali, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Utara. Dengan berkembangnya wisata Arung Jeram ini, maka saat ini Arung Jeram telah menjadi olah raga petualangan sekaligus wisata dan rekreasi keluarga, siap menantang siapa saja yang ingin menikmati pengalaman baru, dan bukan lagi hanya kegemaran dari para petualang sejati.

       Dengan banyaknya potensi sungai di Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai sarana wisata Arung Jeram, sementara disisi lain terdapat keterbatasan sumberdaya manusia dibidang ini yang belum terjembatani. Hal ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi para penggiat Arung Jeram di indonesia, untuk meningkatkan kualitas diri di bidang Arung Jeram.

       Dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini. Banyak sekali bermunculan perkumpulan-perkumpulan arung jeram maupun dibentuknya divisi-divisi baru khusus arung jeram pada perkumpulan pencinta alam yang sudah ada. Demikian juga dengan tumbuhnya industri wisata Arung Jeram, yang memacu kegairahan berbagai kelompok masyarakat untuk ikut menikmati Arung Jeram. Tumbuhnya industri wisata arung jeram ini sayangnya tidak diimbangi dengan Standar Pelayanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram, karenanya seiring makin banyaknya peminat wisata, timbulnya korban juga bertambah. Kecelakaan arung jeram yang menimpa Kepala Divisi Komunikasi BPPN Raymond van Beekum lantaran tersipu air bah di sungai Cisedane, Bogor, sempat mengguncang bisnis wisata arung jeram di Jawa Barat selama lebih dari 1 (satu) tahun, karena luasnya liputan media massa. Dibentuknya Asosiasi Pengusaha Arung Jeram (IWA Indonesia White Water Association) diharapkan menjadi mitra bagi FAJI, untuk ikut membangun dunia arung jeram Indonesia yang aman dan berprestasi international.

       Utamakan Selamat

       Diantara olah raga petualangan seperti Mendaki Gunung (Mountaneering), Panjat Tebing (Rock Climbing), dan juga Penyelusuran Gua (Caving), Arung Jeram secara rata-rata dianggap lebih menantang, beresiko dan berbahaya. Hal ini karena Arung Jeram harus menghadapi rintangan alam yang nyata, dan kadang tidak dapat diduga dan datangnya tiba-tiba. Tetapi seorang penulis petualangan kenamaan, William Mc. Ginnes, menyatakan bahwa sebenarnya Arung Jeram tak lebih beresiko dibanding mengemudi di jalan raya. Walu begitu, pengarungan sungai haruslah disesuaikan dengan kemampuan, ketrampilan dan keadaan alam. Karenanya dalam ber-Arung Jeram keselamatan haruslah tetap menjadi pertimbangan utama.

       Sungai berjeram dibagi dalam berbagai tingkat kesulitan (kelas), dari Kelas I (termudah) sampai Kelas VI (tak boleh diarungi). Seperti juga olah raga petualangan lainya Arung Jeram juga memiliki 2 macam bahaya utama ; bahaya dari diri sendiri, termasuk persiapan dan perlengkapan (Subjective Danger) dan bahaya dari alam (Objective Danger). Untuk Arung Jeram, bahaya dari alam terutama adalah sifat dari sungai itu sendiri. Demikian juga perlengkapan, kalau tidak tepat dan kurang lengkap akan menimbulkan bahaya yang nyata (Kecelakaan). Adapun untuk menghindari bahaya dari diri sendiri, seseorang harus berlatih, berlatih dan belajar, baik ketrampilan maupun ilmu-ilmu pendukungnya.

       Federasi Arung Jeram Indonesia

       Dengan terus berkembanganya
 Rafting di Indonesia, para penggiatnya merasa bahwa perlu suatu wadah yang dapat membina kegiatan Arung Jeram dengan lebih terorganisir, memiliki wawasan dan tujuan yang jelas. Pada bulan Maret 1996, oleh 38 Organisasi Pecinta Alam, Klub Rafting Amatir, Profesional dan Komersial, telah dibentuk Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), yang kemudian terpilih menjadi Ketua adalah Amalia Yunita, seorang penjelajah dan petualang handal anggota Aranyacala Universitas Trisakti, yang kini aktif diperusahaan Wisata Arung Jeram PT. Lintas Jeram Nusantara.
       Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) antara lain bertujuan mengembangkan
 Rafting sebagai olah raga petualangan menjadi olah raga prestasi dan lebih aman, serta meningkatkan sumber daya manusia dibidang Arung Jeram. Dalam program -programnya, FAJI akan membuat pelatihan-pelatihan berjenjang, kejuaraan-kejuaraan dan invitasi, menetapkan norma keselamatan (safety codes), standarisasi peralatan dan teknik, serta upaya-upaya lainnya untuk memasyarakatkan olah raga Arung Jeram. Selain berwawasan olah raga dan petualangan, FAJI juga berwawasan dan memiliki program-program lingkungan, terutama berfokus pada masalah sungai.
       Setelah dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Harry Triono tahun 2001-2002, saat ini FAJI diketuai oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Safzen Nurdin. Pada tahun 2001 PB FAJI telah menjadi bagian dari organisasi rafting internasional (IRF) serta terus melaksanakan upaya konsolidasi dan membentuk Pengda-pengda. Dan pada bulan Oktober 2001, PB FAJI untuk pertama kalinya mengirim tim untuk berlaga di Kejuaraan Internasional yang diselenggarakan IRF. Dan di bulan November 2001, FAJI kembali bekerjasama dengan Korps Marinir dan TSA Komunika menyelenggarakan Kejurnas Arung Jeram II di Sungai Citarum Jawa Barat. Kejurnas II ini diikuti oleh 81 club dari berbagai daerah di Indonesia.

       Beberapa daerah juga menyelenggarakan kompetisi baik tingkat local, nasional maupun Internasional; Asahan White Water Festival 2000, Asahan Race 2001 & 2003, Piala Gubernur Sumut 2001-2, Kejuaraan Arung Jeram Terbuka Rongkong 2004, LACi I & 2 Jawa Barat 2004 dsb. Hal ini menandai semakin maraknya kompetisi arung jeram di Indonesia.

       Sejak banjir pertama kali melanda Jakarta, 29 Januari 2002, FAJI bergabung bersama Korps Marinir, ORARI, Indonesia Offroad Federation, KSR UKI, kelompok pencinta alam se-Jakarta, ikut serta dalam upaya evaluasi korban banjir . Pada saat pasca banjir PB FAJI memfasilitasi sekretariat POSKO SIAGA BANJIR ARUNG JERAM PEDULI dengan misi utama siaga evakuasi korban banjir dan distribusi logistik di tempat yang sulit dijangkau dengan menggunakan perahu karet atau kendaraan 4 X 4. Dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh – Nias, FAJI bergabung dengan Global Rescue Network (GRN) dalam melakukan tugas kemanusiaan Operasi Pesisir Barat Aceh Nias.

       Saat ini Pengurus Besar FAJI telah memiliki perwakilan di 10 propinsi dan di tahun 2005 ini diharapkan bertambah menjadi 15 Pengda. Untuk publikasi FAJI telah menerbitkan Majalah Kegiatan Alam Terbuka JELAJAH, yang menuliskan tidak saja kegiatan Arung Jeram juga kegiatan alam terbuka lainnya

Hubungi Kami :

Hotline : 085321483672 / 081220900524

WhatsAp : 087829320449 / 08562066257

Line : 085321483672

Pin BB : 51F6B866

Email : info@bandungoffroad.com

Alamat : Graha Pos, 5th floor Jl. Banda No.30 Bandung West Java (Indonesia)

Offroad Bandung : Rute Offroad di Indonesia

       Postingan Offroad Bandung kali ini akan akan menginformasikan tentang rute Offroad di Indonesia.

       Para pencinta mobil penjelajah yang tergabung dalam Indonesia Offroad Expedition (IOX) Adventure Club sudah merasakan tantangan rute Offroad di Indonesia. Rute Offroad yang sudah dilewati oleh para pecinta mobil penjelajah ini adalah  Karawang,  Purwakarta, Subang, Kuningan, Cacaban, Pekalongan, Batang, Curug Sewu, Kendal, Semarang, Kedung Ombo, Randublatung, Bojonegoro, Gresik, Surabaya. Mereka melakukan perjalanan selama 16 hari dan tentunya akan menguji fisik, mental, skill mengemudi, dan uji kendaraan.

       Dari sekian banyaknya rute Offroad yang di lalui ada rute Offroad yang mirip rute di Afrika yaitu di Sumedang. Sumedang ternyata juga wajib dikunjungi karena memiliki trek offroad yang cukup mirip dengan yang biasa dijumpai di benua Afrika.

       Trek yang sebagian besar berupa tanah merah, sebagian berbatu dan ditumbuhi tanaman tropis di sisi kanan dan kirinya, membuat trek ini sekilas mirip dengan medan di benua Afrika. Kepulauan debu di jalan seusai dilintasi kendaraan bergarda ganda ditambah dengan matahari senja pasti akan mengingatkan kita gambaran beberapa film yang bertema petualangan di pedalaman benua Afrika.

       Semua gambaran tersebut ternyata bisa kita jumpai di negeri kita sendiri, sehingga jika hanya sekedar ingin merasakan seperti apa berpetualang di Afrika, menyusuri trek offroad di Sumedang ini sepertinya lebih dari cukup. Memang belum banyak penggemar offroad yang tahu trek ini, jangankan mereka yang tinggal di Jakarta, penggemar offroad yang ada di kota terdekat, Bandung, pun belum banyak yang tahu trek offroad ini.

       Padahal jarak trek di kota Sumedang ini dari Bandung terbilang cukup dekat, hanya sekitar 20 km. Dengan jarak yang bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam tersebut, penggemar
 Offroad Bandung bisa merasakan trek offroad ala Afika.
       Bila anda ingin tantangan yang lebih ekstrem dari Sumedang anda bisa lewat rute Lembang. Lembang merupakan Jalur offroad yang ada di Bandung. Jalur ini mempunyai trek sangat menantang dan beragam. Selain jalurnya yang menantang pemandangan yang disuguhkan juga sangat indah dan asri.

       Dalam perjalanan Offroad di Lembang membutuhkan waktu sekitar 1-3 jam. Jalur Offroad ini dimulai dari perkebunan teh Sukawana, pada awal perjalanan anda akan merasakan jalanan yang masih belum ekstrem hanya gelombang-gelombang kecil saja, selain itu anda juga dapat menikmati pemandangan perkebunan teh yang begitu hijau dan asri, udaranya pun sangat sejuk.

       Setelah melewati perkebunan teh Sukawana jalur offroad Lembang selanjutnya adalah anda akan melewati jalur offroad yang sedikit menanjak dan bergelombang. Pada medan ini anda akan merasakan sensasi yang luar biasa menyenangkan. Setelah sekitar 100 meter medan offroad yang dilewati di Lembang selanjutnya adalah hutan pinus. Di hutan ini udara yang disajikan begitu sejuk dan berbau khas pinus.

       Setelah melewati hutan pinus jalur offroad Lembang selanjutnya adalah melewati jalan yang kanan kirinya adalah lubang. Di medan inilah yang paling menantang, mobil harus melewati medan yang lumayan berat, di medan offroad Lembang inilah banyak mobil offroad yang akan mengalami kesulitan.

       Itulah Rute Offroad di Indonesia yang dirangkum oleh  
Offroad BandungBagi anda yang ingin menikmati Offroad di Bandung, anda bisa hubungi kami di.
Offroad Bandung

Alamat : Graha Pos, 5th floor Jl. Banda No.30 Bandung West Java (Indonesia)

Hotline                 : 085321483672 / 081220900524

WhatsAp              : 087829320449 / 08562066257

Line                      : 085321483672

Pin BB                  : 51F6B866

Email                    :
 info@bandungoffroad.com

Website                :
 www.wisata.bandungoffroad.com

Jumat, 22 Mei 2015

Offroad Bandung

Kira-kira Mobil apa ya, yang nyaman buat Offroad?

Mau tau?

Ini dia Mobil yang nyaman dan terbaik untuk perjalanan offroad yang dapat dirangkum oleh 
Offroad Bandung. Bagi anda para pecinta olahraga Offroad untuk melakukan olahraga Offroad tidak hanya dibutuhkan keberanian, pengalaman, dan persiapan packing yang baik tetapi untuk membuat perjalanan anda supaya aman nyaman dan lancar anda harus membutuhkan Mobil yang super seperti superman kalu perlu hehehe…
Nah berikut adalah 5 Mobil Offroad terbaik pilihan 
Offroad Bandung, silahkan di pilih.

  1. Jeep Wrangler Rubicon Hard Rock Edition
    Pada tahun 2003, ketika koleksi hardcore off-road-duty muncul berbarengan dengan versi TJ dari Jeep Wrangler, seolah-olah daftar impian setiap penggemar mobil off-road hadir pada Jeep yang mumpuni ini. Dan lebih dari satu dekade, Wrangler Rubicon menjadi kiblat bagi SUV 4WD lainnya.

    Keunggulan Mobil ini adalah semua model Jeep Wrangler, baik diesel maupun bensin, dipasangkan dengan transmisi otomatis 5-speed. Lalu pengerak daya / powertrain untuk varian semua Jeep Wrangler Sport disalurkan ke gardan Dana 30 (depan) – Dana 44 (belakang). Bagi model Rubicon, gardan Dana 44 (depan-belakang). Perbedaan jenis dan gardan ini telah disesuaikan dengan performa di medan off-road dan on-road. Peranti transfer case (peralih 4×4) berfitur Command –Trac (untuk semua varian Jeep Wrangler Sport) dan Rock-Trac (untuk Rubicon).
    granite (1)
  1. Toyota 4Runner TRD Pro

    Produk Toyota ini memiliki kemampuan tersendiri dalam hal off-road, mulai dari Land Cruiser keluaran pertama hingga pick-up keluaran terbarunya yang memiliki ketangguhan hingga saat ini. Tahun ini Toyota juga mengeluarkan produk terbaru Tacoma dan Tundra yang diberikan tambahan 4Runner TRD Pro. Dengan ukuran dan flexibilitas suspensi belakang yang menggunakan coil-link, kedua mobil ini memiliki kelebihan dan kemampuan terbaik dalam off-road maupun di jalan raya.2015-Toyota-4Runner-TRD-Pro-Series-Feature1
  1. Land Rover Range Rover

    Panjang Range Rover disesuaikan dengan suspensi travel air (10,2-inci di depan dan 12,2-inci di belakang) dan Four-Wheel Terrain Response yang dikendalikan oleh sistem komputer. Kendaraan ini memiliki kemampuan yang luar biasa di jalanan tanah. Untuk trailwork serius, Rover bisa bangkit dan memberikan ground clearance yang tinggi. Saat ini beberapa mobil 4WD menghilangkan fording air mereka, namun para ahli Range Rover telah merancang SUV ini agar mampu menyeberangi sungai yang memiliki ketinggian hingga 3 meter.Land_Rover.jpg1
  1. Toyota Land Cruiser

    Land Cruiser dibekali mesin raksasa V8 5.7-liter berkekuatan 381 hp, dan untuk melaju di atas jalan terburuk, Land Cruiser juga di lengkapi dengan plush-riding depan independen dan koil panjang pada suspensi poros belakang yang kuat untuk meningkatkan artikulasi. Sistem dasar yang berasal dari Toyota Kinetic Dynamic Suspension, secara otomatis memungkinkan untuk gerakan suspensi yang lebih stabil pada kondisi off-road.2014-toyota-land-cruiser-titel
  1. Ram Power Wagon

    Ram Power Wagon memiliki as roda depan yang kuat serta suspensi belakang menggunakan coil link. Mobil ini akan mampu memiliki kekuatan seperti truk. Suspensi pada Ram Power Wagon akan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Ram 2500. Untuk meningkatkan artikulasi suspensi depan tiga-link, para ahli juga mengembangkan sistem Articulink yang akan membuat mobil bisa bergerak lincah meskipun dalam kecepatan tinggi.
    NAIAS-Day1-Batch2-356

    Nah itulah 5 Mobil Offroad pilihan 
    Offroad BandungApabila anda ingin melakukan Offroad jangan lupa hubungi kami di.
Offroad Bandung
Alamat                 : Graha Pos, 5th floor Jl. Banda No.30 Bandung West Java (Indonesia)Hotline                 : 085321483672 / 081220900524WhatsAp              : 087829320449 / 08562066257Line                      : 085321483672Pin BB                  : 51F6B866Email                    : info@bandungoffroad.com

OFFROAD DI PANTAI ? WHY NOT.

Offroad Bandung

Benarkah Offroad selalu melalui Rute yang terjal dan berbatu ?

Menyebrangi Sungai Melalui bukit dan jalanan berlumpur seperti di 
 offroad bandung?
Semua akan terungkap, bahwa offroad tidak selalu melalui jalan jalan yang terjal, berlumpur dan berbatu.

Offroad adalah salah satu olahraga yang baru-baru ini digemari sobat traveler muda terutama kaum laki-laki. Kegiatan menantang tersebut diyakini mampu memacu adrenalin dan dengan menjelajah alam, serta semakin membuat si pecinta olahraga tersebut lebih dekat dengan alam. Biasanya olahraga offroad tersebut dilakukan di alam seperti hutan atau bukit atau bahkan pegunungan. Nah, kali ini sobat traveler maupun 
offroad bandung dapat menikmati kegitan offroad di Gunungkidul. Gunungkidul kita ketahui memiliki banyak pantai yang menarik sekaligus eksotis. Tak tanggung-tanggung, puluhan pantai dari yang terdekat hingga terjauh dapat sobat traveler temui di jajaran sepanjang pantai selatan ini. Selain keindahan, serta panorama pantai yang menarik, hiasan alam yang memukau yang tersusun atas pasir putih yang membentang, laut biru, langit yang istimewa, sobat traveler pun dapat menikmati offroad di salah satu pantainya berikut ini.
Di Pantai Ngandong ini, selain kecantikan pantai, sobat traveler pun dapat menikmati sensasi mengendarai jeep lalu memacu kendaraan tersebut di pasir pantai dengan tingkat kesulitan tak berbeda dengan ketika sobat traveler ber-offroad ria di sana. Ketika tiba di salah satu pantai di Gunungkidul ini, sobat traveler pun tidak hanya disuguhi keindahan alam yang memukau khas pantai-pantai di Gunungkidul melainkan juga disuguhi pemandangan beberapa orang yang akan asyik dengan jeep mereka. Berteriak-teriak kegirangan, atau yang asyik mendorong jeep yang mogok karena ban terselip di pasir pantai.

Sobat 
offroad bandung pun dapat mengendarai jeep tersebut beramai-ramai, dengan sahabat, dengan putra putri tercinta, atau ingin offroad sendirian dengan pemandu pun juga bisa dilakukan. Pantai yang relatif sepi akan menjadi jalur atau track yang tenang. Selain itu, pantai yang menghadap ke Samudera Hindia ini konon katanya memiliki fenomena matahari terbenam yang cantik dan sayang bila dilewatkan begitu saja.
Bila sobat traveler sedang berada di Gunungkidul, atau sedang berencana menikmati keindahan pantai-pantai di Gunungkidul dan menjelajahinya, alangkah serunya bila sebentar mampir ke Pantai Ngandong, dan memacu adrenalin di sana. Berani Coba?

Ingin merasakan serunya Offroad dengan rute Pantai ?

Segera kunjungi tempat penyedia Layanan Olahraga Offroad  berkualitas dan terjangkau hanya di 
offroad bandung,
Alamat   : Jl. Banda No.30

Telepon : 085321483672

BBM  : 51f6b866

Email  : info@bandungoffroad.com