Tampilkan postingan dengan label kawah putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kawah putih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

4 Wisata Alam yang Tak Boleh Dilewatkan

Wisata Alam yang tidak boleh dilewatkan ? “
“Seperti apa sih tempatnya ? “
Mungkin itu kata-kata yang keluar dari mulut pembaca setia, yang sedang ingin melakukan liburan wisata , ada banyak tempat wisata yang tersedia di alam indonesia kita yang megah ini, tak satupun dari tempat-tempat itu  yang mudah untuk dilupakan begitu saja, dari sekian banyaknya tempat wisata tersebut ada 4 tempat atau Objek Wisata yang harusnya kamu kunjungi dan jangan sampai kamu lewatkan begitu saja , karena kenapa? , kerana tempat tempat Objek wisata ini selalu padat wisatawan, apa sajakah temapt wisata itu ? .
  1. Kawah Putih Ciwidey
Objek Wisata Bandung yang satu ini memang cukup familiar khususnya bagi warga kota bandung, daerah ini terletak di sebelah selatan kota bandung yang kurang lebih berjarak 50 KM dari Ibu Kota . Tempat ini dapat dicapai dengan Mudah karena sudah ada jalan yang memadai untuk Pengendara kendaraan Pribadi, serta tersedia juga kendaraan umum bagi mereka yang yang tidak membawa kendaraan pribadi.
Kawah putih Menewarkan sebuah pengalaman menikmati tempat Objek Wisata Bandung yang eksotis, indah dan menawan seperti yang ada pada screenshoot di atas , dengan udara yang dingin dan dilengkapi dengan pemandangan kawah bertanah putih awan , Kawah Putih Ciwidey dijamin tidak akan mengecewakan para pengunjungnya. Disamping itu Warna Air yang ada di kawah Putih tersebut Juga dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan cuaca dan suhu. Suasana unik juga dapat tercipta dari ketebalan kabut yang selalu berubah – ubah setiap menitnya , Keren Bukan , Penasaran ?.
  1. Maribaya
Berikutnya Adalah Wisata Air Terjun Maribaya yang berlokasi di Lembang, kurang lebih sekitar 22 KM dari Pusat Ibukota Bandung , objek Wisata Bandung yang satu ini terkenal dengan Sumber mata air panas Belerang di tempat wisata ini juga dapat membuat kulit menjadi mulus, siapkan perjalanan kalian untuk  mengunjungi tempat ini.
Selain terkenal dengan Air Panasnya .Maribaya juga disukai karena menawarkan wisata alam lain berupa air terjun dan taman. Salah satu kegiatan wista favorit  di maribaya adalah trekking.
  1. Situ Patenggang
Objek Wisata Bandung yang satu ini adalah salah satu  tempat wisata alam di bandung yang terkenal,terutama bagi pecinta danau dan par backpacker pastinya.Tahukah Kamu ?  bahwa Asal Mula Nama Danau Situ Patenggang adalah dari Bahasa Sunda yang berarti ‘saling mencari ’. Kata ‘Saling Mencari ’ini Bukanlah kata Sembarangan karena ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa dulunya ada sepasang kekasih yang terpisah. Mereka saling mencari sampai akhirnya bertemu di tempat ini. Danau Situ Patenggang berlokasi di sebelah selatan Bandung, tidak jauh dari tempat wisata alam lainnya di Bandung.
  1. Bukit Moko
Okay, mungkin belum banyak orang yang tahu mengenai keberadaan Bukit Moko ini . Walau Jarang di ketahui , Bukit Moko sebenarnya adalah Tempat Terbaik untuk Bersantai sambil menikmati pemandangan pegunungan, nah sesungguhnya kamu cukup beruntung bisa mengetahui tentang bukit moko ini, karena memang temapt ini jarang ada yang mengetahui kecuali bagi mereka yang memang berdomisili di daerah moko, Tempat Wisata Alam yang disebut Sebut sebagai Tempat tertinggi di anatara wisata bandung ini selalu ramai dikunjungi warga bandung dan sekitarnya setiap Akhir Pekan. Di tempat ini ada sebuah warung yang cukup terkenal dengan sebutan Warung Daweung. Jangan salah , warung ini bukan sembarang warung , karena memberikan pemandangan kota bandung langsung dari atas, coba kita tengok sedikit screenshoot diatas, bukankah terlihat luar biasa untuk ukuran sebuah pemandangan landscape.
Untuk dapat mencapai Bukit Moko ini yang berlokasi di Desa Cimenyan, Anda harus menggunakan kendaraan Pribadi karena tidak ada kendaraan Umum , Becak , Angkot, Bus apalagi Kereta Api yang akan melintas di tempat ini, jangan harap J . selain itu anda juga harus berhati-hati berkendara di jalur ini terutama pada saat hujan, karena jalan yang akan dilalui bisa menjadi terjal , licin dan berlumpur, jadi berhati barhatilah.
Jika anda ingin menghabiskan liburan anda , datang saja ke Wisata Bandung Travatour, dijamin hemat dan berkualitas, pilihan paket wisata yang lengkap dan terjangkau .

Rabu, 18 November 2015

Sejarah Rafting di Indonesia

Nah kali ini saya akan membahas tentang Sejarah Rafting di Indonesia , simak terus ya …

S
etiap orang yang sehat dapat mencoba olah raga arung jeram. Arung Jeram dapat dikategorikan sebagai olah raga petualangan, karena tidak saja mengandung unsur olahraga (sport), tetapi juga petualangan (adventure) dengan berbagai resikonya.

Apa yang mengilhami orang untuk bermain Rafting atau Arung Jeram? Para penggemarnya mengatakan karena olah raga ini membawa suatu pengalaman baru, sebagai obat dari kejenuhan kesibukan keseharian. Beberapa orang berpendapat bahwa Arung Jeram juga merupakan uji keberanian diri menghadapi tantangan. Dan karena Arung Jeram, untuk jenis-jenis tertentu merupakan olah raga beregu, maka dengan segenap unsurnya Arung Jeram dianggap puncak dari olah raga beregu. Ketika menghadapi jeram-jeram kita biasanya akan berteriak, ini juga melepaskan ketegangan-ketegangan dalam jiwa, dan merupakan obat yang ampuh bagi berbagai stress.

Dengan mengarungi sungai, kita akan menikmati sudut yang lain dari keindahan pemandangan alam. Seperti di Sungai Alas yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Barat, kita akan menyaksikan keindahan alam, juga flora dan faunanya yang berbeda bila kita jelajahi dengan jalan biasa. Juga di Citarik, yang merupakan aliran sungai dari Taman Nasional Gunung Halimun, kita juga akan menyaksikan pemandangan alam, hewan-hewan air dan burung-burung, yang sulit kita nikmati di jalur lain.

Kegiatan Arung Jeram sebenarnya telah ada sejak dahulu. Masyarakat tradisional di Kalimantan dengan kondisi alamnya yang menantang, dengan sungai-sungainya yang lebar dan sebagian berjeram, telah menjadikan kegiatan Arung Jeram sebagai bagian hidup keseharian. Dan di peradaban (yang katanya telah lebih) moderen, kegiatan Arung Jeram telah berubah menjadi kegiatan rekreasi dan olah raga petualangan.

Di negeri Paman Sam, kegiatan Arung Jeram sebagai olah raga dipelopori oleh Mayor John Wisley, seorang ilmuwan yang memimpin sebuah ekspedisi di sepanjang Sungai Colorado, pada tahun 1860-an. Perahu yang digunakanya terbuat dari kayu. Di akhir abad XIX, seorang ilmuwan bangsa Belanda memimpin ekspedisi menyusuri sungai Kapuas dan Mahakam di Kalimantan yang juga berjeram, dengan menggunakan perahu suku Dayak yang terbuat dari Kayu. Perjalanan ini menempuh waktu hampir satu tahun. Ketika Tahun 1994 rute perjalanan ini ditapaktilasi kembali, dengan perahu boat bermotor, diperlukan waktu 44 hari untuk mengarungi jalur ini.

Arung Jeram di Indonesia


Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .

Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.

Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak. Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi. Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat. Jawa Tengah meiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi. Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang. Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat. Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.

Telah beberapa kali diadakan kejuaraan arung jeram oleh beberapa perkumpulan di Indonesia, tetapi belum terdapat standard baku baik tentang penyelenggaraan, peralatan maupun penilaiannya. Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali. Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya. Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia.

Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , sungai Saadan – Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat. Saat ini sudah banyak operator wisata Arung Jeram, baik di Jawa, Bali, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Utara. Dengan berkembangnya wisata Arung Jeram ini, maka saat ini Arung Jeram telah menjadi olah raga petualangan sekaligus wisata dan rekreasi keluarga, siap menantang siapa saja yang ingin menikmati pengalaman baru, dan bukan lagi hanya kegemaran dari para petualang sejati.

Dengan banyaknya potensi sungai di Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai sarana wisata Arung Jeram, sementara disisi lain terdapat keterbatasan sumberdaya manusia dibidang ini yang belum terjembatani. Hal ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi para penggiat Arung Jeram di indonesia, untuk meningkatkan kualitas diri di bidang Arung Jeram.

Dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini. Banyak sekali bermunculan perkumpulan-perkumpulan arung jeram maupun dibentuknya divisi-divisi baru khusus arung jeram pada perkumpulan pencinta alam yang sudah ada. Demikian juga dengan tumbuhnya industri wisata Arung Jeram, yang memacu kegairahan berbagai kelompok masyarakat untuk ikut menikmati Arung Jeram. Tumbuhnya industri wisata arung jeram ini sayangnya tidak diimbangi dengan Standar Pelayanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram, karenanya seiring makin banyaknya peminat wisata, timbulnya korban juga bertambah. Kecelakaan arung jeram yang menimpa Kepala Divisi Komunikasi BPPN Raymond van Beekum lantaran tersipu air bah di sungai Cisedane, 

Bogor, sempat mengguncang bisnis wisata arung jeram di Jawa Barat selama lebih dari 1 (satu) tahun, karena luasnya liputan media massa. Dibentuknya Asosiasi Pengusaha Arung Jeram (IWA Indonesia White Water Association) diharapkan menjadi mitra bagi FAJI, untuk ikut membangun dunia arung jeram Indonesia yang aman dan berprestasi international.

Utamakan Selamat

Diantara olah raga petualangan seperti Mendaki Gunung (Mountaneering), Panjat Tebing (Rock Climbing), dan juga Penyelusuran Gua (Caving), Arung Jeram secara rata-rata dianggap lebih menantang, beresiko dan berbahaya. Hal ini karena Arung Jeram harus menghadapi rintangan alam yang nyata, dan kadang tidak dapat diduga dan datangnya tiba-tiba. Tetapi seorang penulis petualangan kenamaan, William Mc. Ginnes, menyatakan bahwa sebenarnya Arung Jeram tak lebih beresiko dibanding mengemudi di jalan raya. Walu begitu, pengarungan sungai haruslah disesuaikan dengan kemampuan, ketrampilan dan keadaan alam. Karenanya dalam ber-Arung Jeram keselamatan haruslah tetap menjadi pertimbangan utama.

Sungai berjeram dibagi dalam berbagai tingkat kesulitan (kelas), dari Kelas I (termudah) sampai Kelas VI (tak boleh diarungi). Seperti juga olah raga petualangan lainya Arung Jeram juga memiliki 2 macam bahaya utama ; bahaya dari diri sendiri, termasuk persiapan dan perlengkapan (Subjective Danger) dan bahaya dari alam (Objective Danger). Untuk Arung Jeram, bahaya dari alam terutama adalah sifat dari sungai itu sendiri. Demikian juga perlengkapan, kalau tidak tepat dan kurang lengkap akan menimbulkan bahaya yang nyata (Kecelakaan). Adapun untuk menghindari bahaya dari diri sendiri, seseorang harus berlatih, berlatih dan belajar, baik ketrampilan maupun ilmu-ilmu pendukungnya.

Federasi Arung Jeram Indonesia
Dengan terus berkembanganya Rafting di Indonesia, para penggiatnya merasa bahwa perlu suatu wadah yang dapat membina kegiatan Arung Jeram dengan lebih terorganisir, memiliki wawasan dan tujuan yang jelas. Pada bulan Maret 1996, oleh 38 Organisasi Pecinta Alam, Klub Rafting Amatir, Profesional dan Komersial, telah dibentuk Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), yang kemudian terpilih menjadi Ketua adalah Amalia Yunita, seorang penjelajah dan petualang handal anggota Aranyacala Universitas Trisakti, yang kini aktif diperusahaan Wisata Arung Jeram PT. Lintas Jeram Nusantara.

Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) antara lain bertujuan mengembangkan Rafting sebagai olah raga petualangan menjadi olah raga prestasi dan lebih aman, serta meningkatkan sumber daya manusia dibidang Arung Jeram. Dalam program -programnya, FAJI akan membuat pelatihan-pelatihan berjenjang, kejuaraan-kejuaraan dan invitasi, menetapkan norma keselamatan (safety codes), standarisasi peralatan dan teknik, serta upaya-upaya lainnya untuk memasyarakatkan olah raga Arung Jeram. Selain berwawasan olah raga dan petualangan, FAJI juga berwawasan dan memiliki program-program lingkungan, terutama berfokus pada masalah sungai.

Setelah dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Harry Triono tahun 2001-2002, saat ini FAJI diketuai oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Safzen Nurdin. Pada tahun 2001 PB FAJI telah menjadi bagian dari organisasi rafting internasional (IRF) serta terus melaksanakan upaya konsolidasi dan membentuk Pengda-pengda. Dan pada bulan Oktober 2001, PB FAJI untuk pertama kalinya mengirim tim untuk berlaga di Kejuaraan Internasional yang diselenggarakan IRF. Dan di bulan November 2001, FAJI kembali bekerjasama dengan Korps Marinir dan TSA Komunika menyelenggarakan Kejurnas Arung Jeram II di Sungai Citarum Jawa Barat. Kejurnas II ini diikuti oleh 81 club dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa daerah juga menyelenggarakan kompetisi baik tingkat local, nasional maupun Internasional; Asahan White Water Festival 2000, Asahan Race 2001 & 2003, Piala Gubernur Sumut 2001-2, Kejuaraan Arung Jeram Terbuka Rongkong 2004, LACi I & 2 Jawa Barat 2004 dsb. Hal ini menandai semakin maraknya kompetisi arung jeram di Indonesia.

Sejak banjir pertama kali melanda Jakarta, 29 Januari 2002, FAJI bergabung bersama Korps Marinir, ORARI, Indonesia Offroad Federation, KSR UKI, kelompok pencinta alam se-Jakarta, ikut serta dalam upaya evaluasi korban banjir . Pada saat pasca banjir PB FAJI memfasilitasi sekretariat POSKO SIAGA BANJIR ARUNG JERAM PEDULI dengan misi utama siaga evakuasi korban banjir dan distribusi logistik di tempat yang sulit dijangkau dengan menggunakan perahu karet atau kendaraan 4 X 4. Dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh – Nias, FAJI bergabung dengan Global Rescue Network (GRN) dalam melakukan tugas kemanusiaan Operasi Pesisir Barat Aceh Nias.

Saat ini Pengurus Besar FAJI telah memiliki perwakilan di 10 propinsi dan di tahun 2005 ini diharapkan bertambah menjadi 15 Pengda. Untuk publikasi FAJI telah menerbitkan Majalah Kegiatan Alam Terbuka JELAJAH, yang menuliskan tidak saja kegiatan Arung Jeram juga kegiatan alam terbuka lainnya

Hubungi Kami :

Hotline    : 081220900524

Senin, 02 November 2015

Indahnya Pesona Kawah Putih

Pernahakah Kamu ke Kawah Putih ? ,  Atau Baru Berencana Ingin pergi Ke sana ? , ini dia sekilas info buat kamu yang ingin atau sudah merencanakan untuk mengunjungi tempat ini ,

Berbagai Objek Wisata Bandung memang selalu menjadi salah satu tujuan destinasi  utama para wisatawan baik Asing maupun Domestik yang berkunjung ke sana

Kawah Putih Ciwidey adalah salah satu dari sekian tempat wisata di Bandung paling populer. Objek wisata yang satu ini dapat diakses dari Jl. Raya Soreang – Ciwidey dan berlokasi tidak jauh dari Situ Patenggang Ciwidey. Dari pusat kota Wisata Bandung , berjarak kurang lebih 50 km arah selatan Bandung.

Secara geografis, Kawah Putih berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian mencapai 2.400 meter dpl. Tidak heran jika suhu udara di area Kawah Putih ini terasa cenderung dingin dengan hawa udara yang menyegarkan. Suhu udara harian di Kawah Putih bahkan dapat mencapai 8 derajat Celcius. Oleh karenanya, jangan lupa untuk membawa jaket atau sweater tebal tatkala mengunjungi wisata Kawah Putih Ciwidey.

Kisah tentang Kawah Putih Wisata Bandung  ini diketahui berawal pada abad ke-10. Di masa lampau, terjadi sebuah letusan Gunung Patuha yang sangat hebat. Pasca letusan, terdapat kejadian aneh di mana sekelompok burung yang terbang melewati Kawah Putih ini didapati mati. Inilah sebab pada masa itu penduduk setempat menganggap bahwa area tersebut merupakan kawasan yang angker.

Seiring dengan berjalannya waktu, keangkeran tersebut perlahan sirna. Terutama setelah tahun 1837, seorang ahli botani asal Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, melakukan penelitian di kawasan Ciwidey dan akhirnya tiba di puncak Gunung Patuha serta menjumpai keberadaan danau putih yang sangat indah. Dari danau tersebut, tercium aroma belerang yang sangat menyengat. Sejak saat itulah objek wisata Ciwidey ini terekspos ke publik luas.

Objek Wisata Bandung Kawah Putih Ciwidey sesungguhnya adalah sebuah danau yang terbentuk dari hasil letusan Gunung Patuha. Sebagaimana nama yang disematkan padanya, tanah di kawasan objek wisata ini memang berwarna putih. Warna putih ini berasal dari campuran unsur belerang. Selain itu, air danau juga berwarna putih kehijauan dan warna danau ini dapat berubah sesuai tinggi rendahnya suhu, faktor cuaca, dan kadar belerang yang terkandung.

Oleh pemerintah lokal, kawasan Wisata Bandung Kawah Putih di Ciwidey mulai dikembangkan sejak tahun 1987 sebagai sebuah destinasi wisata alam yang menawan. Secara bertahap, fasiltas penunjang dihadirkan guna mendukung kenyamanan wisata di sana, baik itu akses transportasi dari pintu gerbang sampai ke kawah, area parkir yang luas, pusat informasi, restoran, warung makan, mushola, hingga toilet umum.

Penasaran Mencoba Objek Wisata Bandung yang satu ini ?,
Mau Merasakan serunya berada di puncak Gunung Patuha?
Wisata Bandung Travaction Hadir untuk memfasilitasi segala keperluan wisata anda . Mau Menikmati berbagai objek Wisata Bandung Dengan harga Terjangkau ?.

Datang saja ke Wisata Bandung Travatour.com di Alamat Berikut.
Wahana Bakti Pos , 5th floor. Bridge office
Jln. Banda no. 30 Bandung – 40115
West Java Indonesia
Phone : (+62 ) 22 617 433 11
Fax      : (+62 ) 22 421 3546
Mobile Phone : ( +62 ) 853 2148 3672 / ( +62 ) 813 2192 6481
Information : info@travatour.com
Airline Ticketing : ticketing@travatour.com