Tampilkan postingan dengan label wisata bandung offroad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata bandung offroad. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2015

Belajar Offroad Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengemudi

Kali ini saya akan membahas tentang Offroad untuk meningkatkan keterampilan mengemudi, simak terus ya ..

Banyak rider rider di jalan yang masih “takut” ketika menghadapi jalanan yg super hancur seperti jalanan dengan lubang dmana mana,kerikil,bebatuan atau bahkan jalanan yg full dirt seperti di jalur pedesaan atau hutan. Banyak dari mereka yg masih “milih-milih” bahkan cenderung sangat pelan dan hati hati ketika menghadapi jalanan tersebut dengan alasan takut komstir rusak,velg peyang atau takut
jatuh.

Tapi apakah kalian sadar kalau semakin sering berkendara di keadaan jalan yg seperti itu dapat meningkatkan kemampuan berkendara kita dijalanan aspal biasa???
Dan kenapa sebagian besar pembalap moto gp atau superbike dll memulai kariernya di ajang motocross sejak dini. Tentu bukan karena alasan yang “biasa biasa” saja bukan??

Berkendara dijalanan non-aspal sama menarik dan menantangnya dengan berkendara di jalan raya, itu kenapa motor standart jegleg jalanan dari pabrikan tidak ada yg lahir dengan suspensi dan ban untuk keperluan jalan aspal saja atau non-aspal saja (kecuali motorcross atau motor balap).Salah satu hal yg sangat tidak menarik dari jalanan non-aspal bagi sebagian rider adalah KURANGYA GRIP MOTOR dijalan tersebut sehingga menyebabkan motor jadi susah dikendalikan.

Tapi apakah kalian sadar kalo segala bentuk teknik berkendara motor itu benar benar diterapkan didalam keadaan jalan yg seperti ini????

Bagaimana kamu mengkontrol motor dengan ban belakang yg sliding permanen dan kalian benar benar dipaksa untuk mengendalikan motor yg benar benar liar.
Resiko kalian dijalanan seperti ini hanyalah sedikit lecet lecet dan baju atau jaket kalian yg kotor.
Jauh lebih rendah resikonya daripada resiko kalian dijalanan aspal.
Jadi,bersiaplah untuk menjadi kotor !!!

Dibawah ini adalah beberapa tips dan trik untuk menjadi rider jalanan yg baik berdasarkan pengalaman dari dunia Off road dan tanah yg berlumpur :

1. Relax
Dalam kegiatan apapun baik riding di jalan raya atau off-road sekalipun relax adalah hal yg paling penting, karena jika kita relax segala kondisi dapat kita taklukan.

2. BalanceTerkadang orang salah kaprah tentang “balance” saat menghadapi jalanan off-road, mereka terlalu fokus menjaga balance mereka dengan terlalu memperhatikan obstacle atau halangan apa yg ada di depan mereka,akibatnya mereka bingung kapan saat mereka harus rem dan lain lain yg pada akhirnya hanya menyebabkan hilangnya balance itu sendiri. Selalu rencanakan di dalam otak rute rute atau line yg harus dilalui ketika menghadapi jalanan off road.Misalnya ketika riding dari titik A ke titik B dengan obstacle dimana mana, selalu lihat dan gambarkan didalam otak line mana yg paling baik,aman dan cepat untuk dilalui daripada kalian hanya berjalan lurus menerabas obstacle tersebut.

3. Visi dan FokusSelalu jaga pandangan kedepan dengan terus memperhatikan peripheral vision kalian. Satu kesalahan yg sering dilakukan adalah terlalu fokus melihat apa yg tepat ada di depan mereka tanpa melihat kanan kiri atau jauh kedepan. Selalu jaga pandangan untuk fokus melihat jauh kedepan, kanan kiri kalian dan rasakan apa yg sedang ada di belakang kalian agar kita selalu waspada dengan segala hal yg berpontensi melakukan gangguan atau halangan bagi kalian dan orang lain. Selalu siapkan berbagai macam rencana di jalan, Plan – A, Plan – B dan seterusnya.

4. Kontrol MesinMengendarai motor selalu berkaitan dengan menjaga grip, sedangkan berkendara di jalanan off road adalah bagaimana caranya kita menghadapi grip yg hanya sedikit dan memanfaatkannya dengan baik.Banyak rider rider jalanan yg hanya memiliki keahlian di jalanan, mereka lebih memilih untuk hanya menutup atau membuka throttle daripada menggunakan rem belakang dan kopling dengan baik. Tapi di jalanan off-road kalian akan merasakan pentingnya penggunaan kopling dan rem belakang di kondisi jalanan yg hampir sama sekali tidak ada grip.

5. ThrottlePernah menghadapi masalah ketika sedang berkendara di jalanan tanah atau pasir??? Saat kalian membuka gas bukannya jalan tapi malah ban belakang hanya berputar di tempat???
Kunci dari permasalahan ini ada pada bukaan throttle atau gas kalian. Rasakan bukaan gas dan kopling kalian ketika menghadapi jalanan tersebut. Lebih baik kalian membuka gas sehalus mungkin dan biarkan beban dan tenaga mengalir pelan pelan ke roda belakang daripada kalian membentak gas di rpm yg tinggi yg hanya akan menyebabkan roda berputar ditempat.


6. ClutchOff road juga melatih kepekaan anda terhadap kopling. Sangat penting untuk memakai gear/gigi yg tinggi di jalanan off road untuk melunakkan pengiriman tenaga ke roda belakang agar roda belakang gampang menemukan gripnya lagi. Kopling juga berperan besar terhadap kesuksesan kita melewati tikungan di jalanan yg off road. Disarankan untuk memegang handle kopling dengan menggunakan 2 jari saja agar dapat menghindari rasa cape dipergelangan tangan dan telapak tangan.

7. RemJika di jalanan aspal kita menggunakan 90% rem depan dan 10% rem belakang, di jalanan non-aspal atau off road bisa berlaku sebaliknya. Sebagian besar penggunaan rem di jalanan off road adalah rem belakang dibantu dengan engine brake dan rem depan hanya untuk memperhalus. Kinerjanya adalah 10 % rem depan agar ban depan menemukan gripnya karena semua bobot pindah kedepan,lalu lepas rem depan dan mulai pergunakan rem belakang dan engine break untuk melahan laju motor.

8. SteeringSemua rider yang menggunakan atau mempraktekan teknik counter-steering baik mereka sadar atau tidak pasti tidak akan menemui kesulitan ketika menghadapi tikungan di jalanan non aspal atau jalanan yg grip nya sangat sedikit (less-grip). Banyak rider yg tidak mengerti kegunaan counter-steering, yg mereka tau hanyalah ketika belok kanan mereka hanya menekan handle bar mereka ke arah kanan dan badan mereka ke arah kiri, begitupun sebaliknya. Seiring dengan pengunaan counter steering dijalanan off road semakin kita akan mengerti tentang precise steering atau yg bisa juga kita sebut dengan ketepatan mengemudikan/mengontrol setang. Teknik lanjutan counter steering yg sudah sangat populer di kalangan para rider motorcross,supermoto bahkan soprt rider adalah teknik POWERSLIDE.

9. Body PositionDi jalanan off road penggunaan “your body as a second suspension” benar benar diterapkan, selain dapat meningkakan teknik dan kepekaan kita akan weight-shifting,juga dapat meringankan kerja shock kita dengan cara menggunakannya dengan benar. Misalnya ketika menghadapi jalanan yg penuh kerikil, selalu biasakan berdiri dari motor dan mencondongkan badan kedepan agar bobot sebagian lari kedepan supaya grip depan tetap terjaga, begitu pula ketika akan menghadapi sebuah gundukan biasakan berdiri agar beban terpusat di tengah motor, ketika ban depan sudah menyentuh gundukan biarkan motor melayang dan badan condong kedepan, saat aktivitas ini terjadi kita mulai menggunakan shock belakang dengan sempurna yaitu dengan cara mencondongkan badan kebelakang, ketika ban belakang sudah mulai menyentuh permukaan tanah lagi,langsung condongkan badan kedepan agar beban motor pindah kedepan agar membantu ban depan menemukan gripnya lagi.

Semakin sering kalian mempraktekkan penggunaan body positioning dan wight shifting yg benar, semakin kalian akan menyadari kegunaannya saat menghadapi jalanan aspal tidak sempurna (aspal tidak rata,jalanan berlubang, jalanan aspal berpasir dan berkerikil.
*Semoga berguna…..

Rabu, 25 November 2015

Offroad Jeep di Bromo

Ingin berkeliling gunung Bromo dengan harga yang hemat?

Wahh kebetulan sekali ini, kali ini akan kita bahas masalah offroad jeep di Bromo. Ikuti terus ya tulisan ini..


Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan langsung pada lokasi TB BTS terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih oleh para wisatwan yang ingin datang dan mengeksplor lokasi gunung Bromo.


CEMOROLAWANG – GUNUNG BROMO – CEMOROLAWANG

Jalur ini adalah jalur yang paling dan biasa dilalui oleh banyak pengunjung dengan berjalan kaki atau menunggang kuda (sekitar 3 jam). Yang paling menarik dari rute ini adalah dengan dilaluinya rute lautan pasir di sekitar gunung Tengger.

CEMOROLAWANG – GUNUNG BROMO – GUNUNG WATANGAN – CEMOROLAWANG

Rute ini disukai oleh mereka yang suka akan tantangan, karena jalur ini cukup riskan dan tidak mudah untuk dilalui oleh orang awam. Dalam rute ini ini pengunjung harus melewati jalur antara dua jurang dan membutuhkan waktu 4 jam.

CEMOROLAWANG – PENANJAKAN – CEMOROLAWANG

Jalur ini meliputi jalan-jalan di sekitar puncak Penanjakan. Dengan berjalan, rute ini bisa dilalui dalam 5 jam perjalanan.

CEMOROLAWANG – GUNUNG BROMO – WATANGAN – GOA LAVA – CEMOROLAWANG

Bagian terbaik dari rute ini bisa ditemukan di wilayah goa atau daerah Sumur Pitu. Di sana kita bisa melihat banyak goa. Goa-goa tersebut terbentuk dari gunung Kursi yang mengalami prosen pendinginan.

WONOKITRI – GUNUNG BROMO – WONOKITRI

Jalur ini merupakan jalur yang lebih panjang dari rute Cemorolawang-Bromo- Cemorolawang. Tapi dengan mengambil jalur ini, kita akan dapat melihat pemandangan yang juga jauh lebih indah yang tidak dapat ditemukan dari jalur lain. Hal yang paling menarik jika kita mengambil jalan ini adalah pemandangan yang indah di sekitar lokasi lautan pasir, yang terletak di sisi kanan jalur.

WONOKITRI – PENANJAKAN – WONOKITRI

Jalur ini sangat Populer bagi mereka yang suka akan tantangan, karena banyak pengunjung yang melaluinya dengan mengendarai sepeda motor atau mobil dengan kondisi jalan yang baik.

NONGKOJAJAR – KANDANGAN – GUNUNG BROMO – NONGKOJAJAR

Jalur ini adalah jalur terpendek dan yang paling hemat waktu jika kita ingin pergi ke Gunung Bromo dan Nongkojajar, yaitu sekitar 12 km, tetapi sampai sekarang kondisi jalan dari Kandangan ke Lautan Pasir masih dalam bentuk tanah yang mengeras dan sempit, sehingga membuat mobil tidak bisa melewati jalan ini dengan lancar.
Memang menyenangkan berkeliling gunung Bromo menggunakan jeep. Sungguh offroad yang menantang. Banyak tantangan yang akan dilalui ketika kita mau ke gunung Bromo. Wah cocok banget kan buat kamu – kamu yang suka tantangan.

Anda mau offroad di Bromo menggunakan jeep, tapi tentunya dengan harga yang hemat dong..

Hotline            : 081220900524 

Selasa, 24 November 2015

Rute Offroad di Indonesia

Postingan Offroad Bandung kali ini akan akan menginformasikan tentang rute Offroad di Indonesia.

Para pencinta mobil penjelajah yang tergabung dalam Indonesia Offroad Expedition (IOX) Adventure Club sudah merasakan tantangan rute Offroad di Indonesia. Rute Offroad yang sudah dilewati oleh para pecinta mobil penjelajah ini adalah  Karawang,  Purwakarta, Subang, Kuningan, Cacaban, Pekalongan, Batang, Curug Sewu, Kendal, Semarang, Kedung Ombo, Randublatung, Bojonegoro, Gresik, Surabaya. Mereka melakukan perjalanan selama 16 hari dan tentunya akan menguji fisik, mental, skill mengemudi, dan uji kendaraan.


Dari sekian banyaknya rute Offroad yang di lalui ada rute Offroad yang mirip rute di Afrika yaitu di Sumedang. Sumedang ternyata juga wajib dikunjungi karena memiliki trek offroad yang cukup mirip dengan yang biasa dijumpai di benua Afrika.
Trek yang sebagian besar berupa tanah merah, sebagian berbatu dan ditumbuhi tanaman tropis di sisi kanan dan kirinya, membuat trek ini sekilas mirip dengan medan di benua Afrika. Kepulauan debu di jalan seusai dilintasi kendaraan bergarda ganda ditambah dengan matahari senja pasti akan mengingatkan kita gambaran beberapa film yang bertema petualangan di pedalaman benua Afrika.

Semua gambaran tersebut ternyata bisa kita jumpai di negeri kita sendiri, sehingga jika hanya sekedar ingin merasakan seperti apa berpetualang di Afrika, menyusuri trek offroad di Sumedang ini sepertinya lebih dari cukup. Memang belum banyak penggemar offroad yang tahu trek ini, jangankan mereka yang tinggal di Jakarta, penggemar offroad yang ada di kota terdekat, Bandung, pun belum banyak yang tahu trek offroad ini.


Padahal jarak trek di kota Sumedang ini dari Bandung terbilang cukup dekat, hanya sekitar 20 km. Dengan jarak yang bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam tersebut, penggemar
 Offroad Bandung bisa merasakan trek offroad ala Afika.

Bila anda ingin tantangan yang lebih ekstrem dari Sumedang anda bisa lewat rute Lembang. Lembang merupakan Jalur offroad yang ada di Bandung. Jalur ini mempunyai trek sangat menantang dan beragam. Selain jalurnya yang menantang pemandangan yang disuguhkan juga sangat indah dan asri.


Dalam perjalanan Offroad di Lembang membutuhkan waktu sekitar 1-3 jam. Jalur Offroad ini dimulai dari perkebunan teh Sukawana, pada awal perjalanan anda akan merasakan jalanan yang masih belum ekstrem hanya gelombang-gelombang kecil saja, selain itu anda juga dapat menikmati pemandangan perkebunan teh yang begitu hijau dan asri, udaranya pun sangat sejuk.

Setelah melewati perkebunan teh Sukawana jalur offroad Lembang selanjutnya adalah anda akan melewati jalur offroad yang sedikit menanjak dan bergelombang. Pada medan ini anda akan merasakan sensasi yang luar biasa menyenangkan. Setelah sekitar 100 meter medan offroad yang dilewati di Lembang selanjutnya adalah hutan pinus. Di hutan ini udara yang disajikan begitu sejuk dan berbau khas pinus.


Setelah melewati hutan pinus jalur offroad Lembang selanjutnya adalah melewati jalan yang kanan kirinya adalah lubang. Di medan inilah yang paling menantang, mobil harus melewati medan yang lumayan berat, di medan offroad Lembang inilah banyak mobil offroad yang akan mengalami kesulitan.

Itulah Rute Offroad di Indonesia yang dirangkum oleh  
Offroad BandungBagi anda yang ingin menikmati Offroad di Bandung, anda bisa hubungi kami di.
Offroad Bandung

Hotline                 : 081220900524
Website               : www.wisata.bandungoffroad.com

Senin, 23 November 2015

Club Offroad di Indonesia

Ada beberapa club diindonesia, seperti SOC Surabaya Offroad Club, Land Rovers Club, Indonesia UTV Club, Surabaya Offroad Community, dan yang lainnya, tentu saja Club-club ini didirikan untuk orang-orang yang menyukai kegiatan Offroad dan menyukai tantangan, bagi beberapa orang mungkin offroad adalah kegiatan extreme yang menakutkan karena dilihat dari beberapa wahana, dan jalur offroadnya, tapi bagi para pecinta offroad, pecinta adrenalin mereka mencari berbagai macam jalur dan tantangan extreme yang membuat darah mereka bergejolak, dan membuat adrenalin bertambah, tapi tidak hanya disitu saja, offroad ini sudah pasti mendidik karena ada beberapa games dan perjalanan yang memberikan education state agar tidak menjadi kegiatan yang sia sia.
TANJUNGPINANG – Bintan Jeep Club (BJC) akan menjadi duta pariwisata Kepri diajang bergengsi Internasional Indonesia Off Road Expedition (IOX) Java 2015, berlangsung mulai 7-21 Februari nanti.
Ketua BJC Bobby Lyrade mengatakan, ekspedisi off road akan melewati area cukup menantang, lintas hutan, lumpur hingga pergunungan di 4 Provinsi di Indonesia. Rencananya, mulai star di Monas Jakarta kemudian ke Surabaya, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kurang lebih 100 peserta nanti, baik dari luar negeri. Kita akan bawa misi untuk memperkenalkan Tanah Melayu Kepri di tingkat nasional dan internasional,” kata Bobby Lyrade kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Menurut dia, momen yang berlangsung selama 15 hari, ia akan semaksimal mungkin untuk mempromosikan budaya dan kekayaan Kepri sambil mengikuti off road.
“Selain pesertanya dari seluruh Indonesia, off road juga diikuti tim dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Australia,” tegasnya Ia membeberkan, rutenya cukup panjang, mulai Monas sampai ke Surabaya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemudian melintasi daerah- daerah wisata disana.

Rencananya, kami akan mengkoordinir tim untuk membawa perbekalan khas daerah. Seperti makanan dan minuman dan pernak-pernik yang mencerminkan budaya dan pariwisata di Kepri. Bahkan, dari tim khusus dokumentasi BJC juga telah mempersiapkan sebuah video dokumentasi pariwisata guna memperkenalkan keindahan pulau-pulau yang ada di Kepri.

Kita akan ada tempat kumpul dan berhentinya. Dari daerah lain saja ada yang membawa kopi asal daerahnya. Karena melihat pengalaman event tahun lalu makanya kita tergerak untuk melakukan itu.
Untuk itu, guna memantapkan strategi, BJC memohon kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kepri. Untuk dapat memberikan doa serta dukungannya dalam hal apapun atas misi yang akan diperjuangkan oleh mereka.

Tentunya dengan ajang ini kami berharap kepada pemerintah dan masyarakat Kepri. Baik dari mana saja, Tanjungpinang, Bintan dan Kabupaten lainnya dapat memdoakan kami dan dukungan agar BJC bisa menghadapi ekpsedisi ini sambil mempromosikan Kepri.

Ditegaskan Bobby, Indonesia Off Road Federation (IOF) selaku penyelenggara, memilik rencana untuk membuat kompetisi off road di Kepri. Hanya saja, rencana itu belum terwujud, karena harus memantapkan perencanaan dan perlu adanya dukungan dari semua sektor.

Rencana membuat off road tingkat nasional di Kepri maupun regional ke depan semoga terwujud karena, di acara off raod nanti di Kepri, kekayaan alam di Kepri dan keunikan pariwisata di Kepri bisa di promosikan di tingkat nasional bahkan dunia.
K
ita memiliki objek wisata yang tidak kalah dengan daerah lain.Dan lintasan off road di Kepri juga memiliki tantangan tersendiri salah satu anggota tim BJC, salah satu peserta di event Indonesia Off-Road Expedition (iIOX) Java 2015, mengaku sudah mempersiapkan diri dan perlengkapan di ajang bergengsi ini.

Menurutnya, bukan ekspedisi off road bukan main-main. Persiapan bukan hanya dari segi materi, tapi, persiapan mental dan fisik.anggota yang bertarung melewati gunung-gunung disana. kita ini sifatnya diplomasi.

Minggu, 22 November 2015

Tips Selamat dan Aman Saat Offroad

Offroad Bandung akan memberikan Tips agar selamat dan aman saat Offroad. Persiapan matang itu sama dengan setengah kemenangan. Bukan hanya di medan perang, hal ini berlaku juga untuk yang namanya perjalanan. Entah itu perjalanan singkat, terlebih lagi untuk perjalanan panjang. Dalam perjalanan Offroad ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan supaya perjalanan anda selamat, aman dan memuaskan.

Persiapan Mobil

Mobil adalah hal yang mutlak untuk anda perhatikan karna mobil akan membawa anda ke perjalanan panjang dan terjal. Sebisa mungkin, hindari penggunaan kendaraan yang sering “sakit-sakitan.” Jadi sebelum anda berangkat
 Offroad Bandung service dulu mobilnya. Jangan lupa juga membawa cadangan fast moving part yang mudah rusak, seperti busi, rantai, ban luar dan dalam, kabel rem, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan peralatan reparasi? Sangat wajib! Minimal, usahakan membawa peralatan reparasi kendaraan standar. Lebih lengkap tentu lebih baik.
Packing yang baik dan benar

Packing yang baik, selain dapat menghemat tempat, juga turut mempermudah akses pencarian barang saat diperlukan. Untuk perjalanan road trip, aktifitas packing ini harus kita lakukan 2 kali. Yang pertama, mengepak barang-barang bawaan ke dalam keril/backpack/rucksack. Dan yang kedua, menempatkan backpack ini di bagasi mobil, atau buritan motor.


Untuk kendaraan jenis mobil, selama berat barang-barang bawaan kita normal, tidak overweight, packing/meletakkan barang-barang di mana saja tidak akan terlalu berpengaruh banyak pada fungsi kendali kendaraan saat di jalan. Namun, tidak demikian dengan kendaraan jenis motor. Packing yang salah, akan sangat berpengaruh pada stabilitas dan kontrol kendaraan, serta bisa sangat membahayakan.


Riset, riset, dan riset


Perkirakan biaya perjalanan (sedetail mungkin), Jarak tempuh dari satu titik ke titik lain. Letak pom bensin dan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di setiap daerah yang dilalui harus tau. Penginapan (lokasi, room rate, kondisi, nomor contact person, ketersediaan kamar, fasilitas, dan lain-lain).

Lokasi wisata alternatif yang sejalur dan mungkin bisa didatangi dengan jalan yang kita lewati. Jenis setiap tempat wisata yang hendak dikunjungi harus mengetahui semua informasinya. Sebisa mungkin, cari informasi ‘langka’ atau “anti-mainstream” dari tempat-tempat wisata tersebut, agar perjalanan kalian punya nilai pembeda dengan teman-teman lain yang pernah datang ke tempat tersebut.


Peralatan Bantu


Kalau misalnya akan berkendara offroad dimedan yang ringan dan perginya lebih dari 2 (dua) mobil maka peralatan winch tidak diperlukan, kalau misalnya tersangkut diparit dapat dikeluarkan dengan dibantu oleh kendaraan lain.


Bila memang ingin memasang winch pilih kekuatan tariknya lebih kurang 1 ½ kali berat mobil, jadi misalnya berat kotor kendaraan 1.5 ton maka pilih winch yang berukuran 2.25 ton atau lebih kurang 5000 lbs maka dapat dipilih winch yang tersedia yaitu 6000 lbs. Apabila kendaraan sudah dilengkapi dengan winch maka kemampuan battery juga harus dipikirkan, mengganti baterry dengan yang lebih besar atau battery kering adalah dianjurkan.

Peralatan Bantu wajib yang harus dibawa adalah : P3K, Pemadam api, Ban serep, kunci roda dan dongkrak, alat komunikasi. Peralatan Bantu lain yang dapat dipasang tetapi tidak mutlak ialah : Liftjack, tangki cadangan, lampu sorot, alternator besar.


Pertimbangkan membawa peta analog


Walaupun kita bisa mengandalkan perangkat Global Positionaing System (GPS), adakalanya perangkat tersebut tidak dapat bekerja dengan baik. Karena sulitnya mendapat sinyal GPS akibat cuaca yang tidak bersahabat (hujan deras, berawan atau berkabut tebal), terhalang hutan lebat dan lain-lain.


Perhitungkan pengendara cadangan


Perjalanan road trip panjang sangat membutuhkan kondisi tubuh dan stamina yang prima. Masalahnya, se prima apapun kondisi tubuh dan stamina seseorang, yang namanya penyakit, kalau mau ‘bertamu,’ seringnya tidak kenal tempat dan waktu. Dia bisa datang kapan pun dan dimanapun. Selain bisa merepotkan diri sendiri, kondisi ini tentu dapat mengganggu road trip timeline yang telah ditetapkan bersama. Sebagai tindakan antisipasi, penyertaan pengendara cadangan (driver/rider) jelas diperlukan. Rasio idealnya adalah 1:1, di mana untuk setiap 1 pengendara utama dicadangkan 1 pengendara pengganti.


Mencatat nomor-nomor telepon penting


Mencatat nomor telepon penting memang terkesan sepele pada awalnya. Namun, kegiatan catat-mencatat ini baru akan terasa manfaatnya bilamana terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan berada di luar kemampuan kita, dan untuk menyelesaikannya membutuhkan bantuan orang lain. Dan boleh jadi, nomor-nomor penting yang kita catat tersebut, ternyata dapat membantu bahkan menyelamatkan nyawa orang lain yang kebetulan kita temui di perjalanan. Jadi, selain jalan-jalan, kita juga bisa berbuat kebaikan untuk orang lain.


Siapkan dana cadangan


Dalam perjalanan kita tidak bisa menduga besar kecilnya pengeluaran dana kita, sangat tergantung pada situasi dan kondisi di lapangan. Semakin mendesak kepentingannya, semakin banyak (mahal) pula pengeluarannya. Karenanya, selalu siapkan dana cadangan minimal 25% dari total Budged biaya perjalanan (termasuk dana tak terduga) road trip yang telah kita hitung sebelumnya.

Maksimalnya? Tak terbatas. Yang jelas, semakin besar dananya, semakin ringan pula beban pikiran kita bila terjadi sesuatu di perjalanan kelak.


Menghadapi medan yang menantang


Dalam menghadapi jalan yang terjal dan berlumpur diharuskan pengemudi fokus melihat jalan, jangan terlalu bernafsu menginjak gas dan memutar stir kemudi nanti bisa liar dan hilang kendali. Kecepatan harus konstan. Antara 20-25 km/jam. Karena kalaupun ditambah kecepatan tinggi tidak akan berpengaruh. Posisi duduk mendekati stir. “Biasanya kalau off road itu duduk sedikit mendekat dengan stir, hal itu agar mengendalikan mobil lebih mudah serta dapat melihat medan. Dan jangan terlalu banyak melakukan pengereman. Di off road, pedal rem tidak terlalu banyak dipakai. Karena memang sudah ada engine brake. “Kalau injak pedal rem, mobil akan tetap jalan dan melintir.

Dan yang terakhir jangan lupa berdo’a. Karena Do’a adalah jurus terakhir kita dalam perjalanan
 Offroad Bandung. Nah itulah Tips Selamat dan aman saat Offroad. Apabila anda ingin melakukan Offroad jangan lupa hubungi kami di.

Sabtu, 21 November 2015

Tips Bagi Offroader Pemula

BGS_6393

Offroad Bandung 


Gimana Caranya offroad? , apa saja yang harus diperhatikan ?, baru pertama kali Offroad? , it’s okay jangan khawatir karena kamu datang pada saat yang tepat . mari kita simak bersama segala tips dan triknya .
Olahraga otomotif menjelajahi medan off-road nampaknya sangat seru dan menyenangkan. Seringkali pemilik mobil ingin mencoba dan memacu adrenalin di medan off road, Namun apakah mobil biasa dapat digunakan untuk off road?
Menurut Zulpata Zainal, Proving Ground Manager Bridgestone Offroad Bandung . Sejatinya semua mobil dengan sistem penggerak 4X4 lah yang dapat melintasi medan off road (tanah basah atau lumpur) dengan mudah. “Jangan sekali-lali mobil 4×2 digunakan di jalur off road, dan kalo bannya menggunakan All Terrain (A/T) atau Highway Performance (H/P) mobil tidak akan jalan,” kata Zulpata.
Selain itu, pemilihan jenis ban juga sangat penting. Ban off jenis road atau bisa disebut Mud Terrain (M/T) memiliki tapak ban yang besar dan lebar bida dibandingkan ban biasa. Yang mampu memberikan traksi tangguh saat berjuang di medan off road seperti lumpur.
Model telapak seperti itu dapat “menggigit” tanah, serta memberikan kontrol yang baik. Nah kali ini, Zulpata memberikan sedikit tips bagi para pemula yang ingin merasakan mengemudi di lintasan off road khususnya di daerah Offroad Bandung.
Pertama, medan berlumpur diharuskan pengemudi fokus melihat jalan. Jangan terlalu bernafsu menginjak gas dan memutar stir kemudi. “Nanti bisa liar,” katanya.
Kedua, kecepatan harus konstan. Antara 20-25 km/jam. Karena kalaupun ditambah kecepatan tinggi tidak akan berpengaruh.
Ketiga, jika stir dan ban sedikit miring, jangan terlalu bermain stir dan gas. Hal itu bisa membuat tergelincir.
Keempat, posisi duduk mendekati stir. “Biasanya kalau off road itu duduk sedikit mendekat dengan stir, hal itu agar mengendalikan mobil lebih mudah serta dapat melihat medan Offroad Bandung .
Terakhir, jangan terlalu banyak melakukan pengereman. Di off road, pedal rem tidak terlalu banyak dipakai. Karena memang sudah ada engine brake. “Kalau injak pedal rem, mobil akan tetap jalan dan melintir (jalur berlumpur)” .
Itulah sekilas tips dan trik bagi kamu – kamu yang masih pemula .
Gimana ? ingin segera mencoba Offroad yang sebenarnya ?
Mau menantang adrenalin kamu?
Ayo , Segera dapatkan Pengalaman pertamamu menjajal medan-medan Offroad di daerah Offroad Bandung yang menantang Offrhanya di Bandung Offroad

Jumat, 20 November 2015

Modifikasi Mobil Offroad

Buat anda para pembaca yang memiliki pemikiran serupa, gak heran.  Awalnya saya juga punya pemikiran begitu laa wong buat olahraga, buat medan berlumpur dan melintasi jalan terjal kok masih di Modifikasi segala. Tetapi setelah saya mengetahui tujuan Modifikasi Mobil Offroad ini cuman bilang ooo.. !! gitu toh.

Ternyata Mobil offroad yang di Modifikasi tujuannya adalah untuk kenyamanan saat berkendara melewati medan air yang dalam, bebatuan, serta jalan berlumpur. Yang rencananya para Montir dan pengguna Mobil Offroad ini menginginkan body yang besar, suntikan tenaga yang melimpah, serta sistem suspensi yang ekstrim sehingga mampu melewati medan yang tidak biasa, seperti bebatuan dan medan miring. Tetapi kebanyakan orang lebih memilih tidak mengeluarkan uang terlalu banyak yang penting nyaman, sehingga kebanyak orang memodifikasi mobilnya hanya meninggikan mobilnya saja yaitu dengan cara mengganti suspensi dan ban yang besar.


Pada dasarnya ada dua prinsip meninggikan mobil untuk offroad (lift up), yaitu suspension lift-up dan body lift-up. Dua cara ini punya banyak keuntungan dari mulai semakin luasnya ruang ban besar, ground clearance maksimal, kemampuan offroad yang meningkat dari mulai menjajal handicap sulit hingga masuk ke medan berair yang cukup dalam.


Kedua prinsip tadi bisa di aplikasikan masing-masing atau dikolaborasikan yang penting anda sudah punya konsep yang jelas, untuk apa di lift-up.. karena cara ini emang hemat, jadi jangan sampai bikin kita membabi buta ,apapun langkah yang diambil, telilti dulu apakah pitman arm, slang rem, shoc absorber dan bump stopper perlu ikut diperpanjang atau tidak.


Per Keong dengan Gardan Rigid


Ada dua cara umum untuk menggunakan jenis ini. pling gampang pake spacer 50mm di dudukan per, travel akan tetap tapi turunnya per keong jadi nambah ground clearence, sebaiknya dibarengi shock panjang.. dengan ini karakter karakter kendaraan anda akan berubah. Kalau masih kurang tinggi artinya perlu lift-up kit, maksimal 50mm untuk yang bodinya tidak terlalu besar, kalau yang lebih bisar bisa sampai 80mm. Jangan lupa batang kolong mobil (traction bar & lateral bar) juga perlu penyesuaian.


Per Daun dengan Gardan Rigid


Mengeroll per standar dengan tinggi sekitar 50mm, dengan ini travel bertambah, shock juga sama perlu ganti yang lebih panjang, tapi seiring waktu jarus di roll ulang, soalnya pasti balik lagi


Ganti Shackle atau Anting Per


Memanjangkan shackle bisa dilakukan maksimum 2 kali ukuran standarnya gan. Cara ini ga terlalu banyak merubah karakter, soalnya strukter juga tetep, hampir sama dengan over axle (mindahin per ke atas gardan) yang ga terlalu banyak ngerubah, kalo masih kurang tinggi, selipin blok spacer aja diantara gardan dan per nya.


Torsion Bar


Cara ini bisa dibilang gampangtoleransi sampai 50mm bisa disesuaikan dengan penyetelan batang torsi standar, perhatikan juga selang rem gan biar ga kecekek gitu juga pitman arm dan shock apa masih mampu ga mengcounter travel baru, dan yang paling penting perhatikan tinggi idealnya juragan sekalian



Body-Lift

Cara ini adalah mengganti mounting body standar, tebelnya sekitar 30 sampai 50mm, kalo lebih dari itu juga ga bagus karena gerak bodi dan sasis ga kompak bahannya kebanyakan pake karet polyurethane. cara ini hanya akan menaikan body, suspensi tidak terpengaruh sama sekali tetapi akan membuat getaran suspensi teredam, karena karet diantara body dan sasis.


Kit Lift-Up


Ada banyak paket lift up ditawarkan , tergantung kebutuhan anda sekalian, sesuai harga dan spek yang dibutuhkan. selalu memperhitungkan kebutuhan medan yang akan dilalui adalah cara terbaik dalam membeli paket lift up, sebaiknya jangan hanya terpengaruh akan iklan yang ditawarkan.

4 Wisata Alam yang Tak Boleh Dilewatkan

Wisata Alam yang tidak boleh dilewatkan ? “
“Seperti apa sih tempatnya ? “
Mungkin itu kata-kata yang keluar dari mulut pembaca setia, yang sedang ingin melakukan liburan wisata , ada banyak tempat wisata yang tersedia di alam indonesia kita yang megah ini, tak satupun dari tempat-tempat itu  yang mudah untuk dilupakan begitu saja, dari sekian banyaknya tempat wisata tersebut ada 4 tempat atau Objek Wisata yang harusnya kamu kunjungi dan jangan sampai kamu lewatkan begitu saja , karena kenapa? , kerana tempat tempat Objek wisata ini selalu padat wisatawan, apa sajakah temapt wisata itu ? .
  1. Kawah Putih Ciwidey
Objek Wisata Bandung yang satu ini memang cukup familiar khususnya bagi warga kota bandung, daerah ini terletak di sebelah selatan kota bandung yang kurang lebih berjarak 50 KM dari Ibu Kota . Tempat ini dapat dicapai dengan Mudah karena sudah ada jalan yang memadai untuk Pengendara kendaraan Pribadi, serta tersedia juga kendaraan umum bagi mereka yang yang tidak membawa kendaraan pribadi.
Kawah putih Menewarkan sebuah pengalaman menikmati tempat Objek Wisata Bandung yang eksotis, indah dan menawan seperti yang ada pada screenshoot di atas , dengan udara yang dingin dan dilengkapi dengan pemandangan kawah bertanah putih awan , Kawah Putih Ciwidey dijamin tidak akan mengecewakan para pengunjungnya. Disamping itu Warna Air yang ada di kawah Putih tersebut Juga dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan cuaca dan suhu. Suasana unik juga dapat tercipta dari ketebalan kabut yang selalu berubah – ubah setiap menitnya , Keren Bukan , Penasaran ?.
  1. Maribaya
Berikutnya Adalah Wisata Air Terjun Maribaya yang berlokasi di Lembang, kurang lebih sekitar 22 KM dari Pusat Ibukota Bandung , objek Wisata Bandung yang satu ini terkenal dengan Sumber mata air panas Belerang di tempat wisata ini juga dapat membuat kulit menjadi mulus, siapkan perjalanan kalian untuk  mengunjungi tempat ini.
Selain terkenal dengan Air Panasnya .Maribaya juga disukai karena menawarkan wisata alam lain berupa air terjun dan taman. Salah satu kegiatan wista favorit  di maribaya adalah trekking.
  1. Situ Patenggang
Objek Wisata Bandung yang satu ini adalah salah satu  tempat wisata alam di bandung yang terkenal,terutama bagi pecinta danau dan par backpacker pastinya.Tahukah Kamu ?  bahwa Asal Mula Nama Danau Situ Patenggang adalah dari Bahasa Sunda yang berarti ‘saling mencari ’. Kata ‘Saling Mencari ’ini Bukanlah kata Sembarangan karena ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa dulunya ada sepasang kekasih yang terpisah. Mereka saling mencari sampai akhirnya bertemu di tempat ini. Danau Situ Patenggang berlokasi di sebelah selatan Bandung, tidak jauh dari tempat wisata alam lainnya di Bandung.
  1. Bukit Moko
Okay, mungkin belum banyak orang yang tahu mengenai keberadaan Bukit Moko ini . Walau Jarang di ketahui , Bukit Moko sebenarnya adalah Tempat Terbaik untuk Bersantai sambil menikmati pemandangan pegunungan, nah sesungguhnya kamu cukup beruntung bisa mengetahui tentang bukit moko ini, karena memang temapt ini jarang ada yang mengetahui kecuali bagi mereka yang memang berdomisili di daerah moko, Tempat Wisata Alam yang disebut Sebut sebagai Tempat tertinggi di anatara wisata bandung ini selalu ramai dikunjungi warga bandung dan sekitarnya setiap Akhir Pekan. Di tempat ini ada sebuah warung yang cukup terkenal dengan sebutan Warung Daweung. Jangan salah , warung ini bukan sembarang warung , karena memberikan pemandangan kota bandung langsung dari atas, coba kita tengok sedikit screenshoot diatas, bukankah terlihat luar biasa untuk ukuran sebuah pemandangan landscape.
Untuk dapat mencapai Bukit Moko ini yang berlokasi di Desa Cimenyan, Anda harus menggunakan kendaraan Pribadi karena tidak ada kendaraan Umum , Becak , Angkot, Bus apalagi Kereta Api yang akan melintas di tempat ini, jangan harap J . selain itu anda juga harus berhati-hati berkendara di jalur ini terutama pada saat hujan, karena jalan yang akan dilalui bisa menjadi terjal , licin dan berlumpur, jadi berhati barhatilah.
Jika anda ingin menghabiskan liburan anda , datang saja ke Wisata Bandung Travatour, dijamin hemat dan berkualitas, pilihan paket wisata yang lengkap dan terjangkau .

Rabu, 18 November 2015

Sejarah Rafting di Indonesia

Nah kali ini saya akan membahas tentang Sejarah Rafting di Indonesia , simak terus ya …

S
etiap orang yang sehat dapat mencoba olah raga arung jeram. Arung Jeram dapat dikategorikan sebagai olah raga petualangan, karena tidak saja mengandung unsur olahraga (sport), tetapi juga petualangan (adventure) dengan berbagai resikonya.

Apa yang mengilhami orang untuk bermain Rafting atau Arung Jeram? Para penggemarnya mengatakan karena olah raga ini membawa suatu pengalaman baru, sebagai obat dari kejenuhan kesibukan keseharian. Beberapa orang berpendapat bahwa Arung Jeram juga merupakan uji keberanian diri menghadapi tantangan. Dan karena Arung Jeram, untuk jenis-jenis tertentu merupakan olah raga beregu, maka dengan segenap unsurnya Arung Jeram dianggap puncak dari olah raga beregu. Ketika menghadapi jeram-jeram kita biasanya akan berteriak, ini juga melepaskan ketegangan-ketegangan dalam jiwa, dan merupakan obat yang ampuh bagi berbagai stress.

Dengan mengarungi sungai, kita akan menikmati sudut yang lain dari keindahan pemandangan alam. Seperti di Sungai Alas yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Barat, kita akan menyaksikan keindahan alam, juga flora dan faunanya yang berbeda bila kita jelajahi dengan jalan biasa. Juga di Citarik, yang merupakan aliran sungai dari Taman Nasional Gunung Halimun, kita juga akan menyaksikan pemandangan alam, hewan-hewan air dan burung-burung, yang sulit kita nikmati di jalur lain.

Kegiatan Arung Jeram sebenarnya telah ada sejak dahulu. Masyarakat tradisional di Kalimantan dengan kondisi alamnya yang menantang, dengan sungai-sungainya yang lebar dan sebagian berjeram, telah menjadikan kegiatan Arung Jeram sebagai bagian hidup keseharian. Dan di peradaban (yang katanya telah lebih) moderen, kegiatan Arung Jeram telah berubah menjadi kegiatan rekreasi dan olah raga petualangan.

Di negeri Paman Sam, kegiatan Arung Jeram sebagai olah raga dipelopori oleh Mayor John Wisley, seorang ilmuwan yang memimpin sebuah ekspedisi di sepanjang Sungai Colorado, pada tahun 1860-an. Perahu yang digunakanya terbuat dari kayu. Di akhir abad XIX, seorang ilmuwan bangsa Belanda memimpin ekspedisi menyusuri sungai Kapuas dan Mahakam di Kalimantan yang juga berjeram, dengan menggunakan perahu suku Dayak yang terbuat dari Kayu. Perjalanan ini menempuh waktu hampir satu tahun. Ketika Tahun 1994 rute perjalanan ini ditapaktilasi kembali, dengan perahu boat bermotor, diperlukan waktu 44 hari untuk mengarungi jalur ini.

Arung Jeram di Indonesia


Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .

Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.

Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak. Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi. Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat. Jawa Tengah meiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi. Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang. Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat. Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.

Telah beberapa kali diadakan kejuaraan arung jeram oleh beberapa perkumpulan di Indonesia, tetapi belum terdapat standard baku baik tentang penyelenggaraan, peralatan maupun penilaiannya. Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali. Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya. Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia.

Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , sungai Saadan – Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat. Saat ini sudah banyak operator wisata Arung Jeram, baik di Jawa, Bali, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Utara. Dengan berkembangnya wisata Arung Jeram ini, maka saat ini Arung Jeram telah menjadi olah raga petualangan sekaligus wisata dan rekreasi keluarga, siap menantang siapa saja yang ingin menikmati pengalaman baru, dan bukan lagi hanya kegemaran dari para petualang sejati.

Dengan banyaknya potensi sungai di Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai sarana wisata Arung Jeram, sementara disisi lain terdapat keterbatasan sumberdaya manusia dibidang ini yang belum terjembatani. Hal ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi para penggiat Arung Jeram di indonesia, untuk meningkatkan kualitas diri di bidang Arung Jeram.

Dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini. Banyak sekali bermunculan perkumpulan-perkumpulan arung jeram maupun dibentuknya divisi-divisi baru khusus arung jeram pada perkumpulan pencinta alam yang sudah ada. Demikian juga dengan tumbuhnya industri wisata Arung Jeram, yang memacu kegairahan berbagai kelompok masyarakat untuk ikut menikmati Arung Jeram. Tumbuhnya industri wisata arung jeram ini sayangnya tidak diimbangi dengan Standar Pelayanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram, karenanya seiring makin banyaknya peminat wisata, timbulnya korban juga bertambah. Kecelakaan arung jeram yang menimpa Kepala Divisi Komunikasi BPPN Raymond van Beekum lantaran tersipu air bah di sungai Cisedane, 

Bogor, sempat mengguncang bisnis wisata arung jeram di Jawa Barat selama lebih dari 1 (satu) tahun, karena luasnya liputan media massa. Dibentuknya Asosiasi Pengusaha Arung Jeram (IWA Indonesia White Water Association) diharapkan menjadi mitra bagi FAJI, untuk ikut membangun dunia arung jeram Indonesia yang aman dan berprestasi international.

Utamakan Selamat

Diantara olah raga petualangan seperti Mendaki Gunung (Mountaneering), Panjat Tebing (Rock Climbing), dan juga Penyelusuran Gua (Caving), Arung Jeram secara rata-rata dianggap lebih menantang, beresiko dan berbahaya. Hal ini karena Arung Jeram harus menghadapi rintangan alam yang nyata, dan kadang tidak dapat diduga dan datangnya tiba-tiba. Tetapi seorang penulis petualangan kenamaan, William Mc. Ginnes, menyatakan bahwa sebenarnya Arung Jeram tak lebih beresiko dibanding mengemudi di jalan raya. Walu begitu, pengarungan sungai haruslah disesuaikan dengan kemampuan, ketrampilan dan keadaan alam. Karenanya dalam ber-Arung Jeram keselamatan haruslah tetap menjadi pertimbangan utama.

Sungai berjeram dibagi dalam berbagai tingkat kesulitan (kelas), dari Kelas I (termudah) sampai Kelas VI (tak boleh diarungi). Seperti juga olah raga petualangan lainya Arung Jeram juga memiliki 2 macam bahaya utama ; bahaya dari diri sendiri, termasuk persiapan dan perlengkapan (Subjective Danger) dan bahaya dari alam (Objective Danger). Untuk Arung Jeram, bahaya dari alam terutama adalah sifat dari sungai itu sendiri. Demikian juga perlengkapan, kalau tidak tepat dan kurang lengkap akan menimbulkan bahaya yang nyata (Kecelakaan). Adapun untuk menghindari bahaya dari diri sendiri, seseorang harus berlatih, berlatih dan belajar, baik ketrampilan maupun ilmu-ilmu pendukungnya.

Federasi Arung Jeram Indonesia
Dengan terus berkembanganya Rafting di Indonesia, para penggiatnya merasa bahwa perlu suatu wadah yang dapat membina kegiatan Arung Jeram dengan lebih terorganisir, memiliki wawasan dan tujuan yang jelas. Pada bulan Maret 1996, oleh 38 Organisasi Pecinta Alam, Klub Rafting Amatir, Profesional dan Komersial, telah dibentuk Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), yang kemudian terpilih menjadi Ketua adalah Amalia Yunita, seorang penjelajah dan petualang handal anggota Aranyacala Universitas Trisakti, yang kini aktif diperusahaan Wisata Arung Jeram PT. Lintas Jeram Nusantara.

Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) antara lain bertujuan mengembangkan Rafting sebagai olah raga petualangan menjadi olah raga prestasi dan lebih aman, serta meningkatkan sumber daya manusia dibidang Arung Jeram. Dalam program -programnya, FAJI akan membuat pelatihan-pelatihan berjenjang, kejuaraan-kejuaraan dan invitasi, menetapkan norma keselamatan (safety codes), standarisasi peralatan dan teknik, serta upaya-upaya lainnya untuk memasyarakatkan olah raga Arung Jeram. Selain berwawasan olah raga dan petualangan, FAJI juga berwawasan dan memiliki program-program lingkungan, terutama berfokus pada masalah sungai.

Setelah dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Harry Triono tahun 2001-2002, saat ini FAJI diketuai oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Safzen Nurdin. Pada tahun 2001 PB FAJI telah menjadi bagian dari organisasi rafting internasional (IRF) serta terus melaksanakan upaya konsolidasi dan membentuk Pengda-pengda. Dan pada bulan Oktober 2001, PB FAJI untuk pertama kalinya mengirim tim untuk berlaga di Kejuaraan Internasional yang diselenggarakan IRF. Dan di bulan November 2001, FAJI kembali bekerjasama dengan Korps Marinir dan TSA Komunika menyelenggarakan Kejurnas Arung Jeram II di Sungai Citarum Jawa Barat. Kejurnas II ini diikuti oleh 81 club dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa daerah juga menyelenggarakan kompetisi baik tingkat local, nasional maupun Internasional; Asahan White Water Festival 2000, Asahan Race 2001 & 2003, Piala Gubernur Sumut 2001-2, Kejuaraan Arung Jeram Terbuka Rongkong 2004, LACi I & 2 Jawa Barat 2004 dsb. Hal ini menandai semakin maraknya kompetisi arung jeram di Indonesia.

Sejak banjir pertama kali melanda Jakarta, 29 Januari 2002, FAJI bergabung bersama Korps Marinir, ORARI, Indonesia Offroad Federation, KSR UKI, kelompok pencinta alam se-Jakarta, ikut serta dalam upaya evaluasi korban banjir . Pada saat pasca banjir PB FAJI memfasilitasi sekretariat POSKO SIAGA BANJIR ARUNG JERAM PEDULI dengan misi utama siaga evakuasi korban banjir dan distribusi logistik di tempat yang sulit dijangkau dengan menggunakan perahu karet atau kendaraan 4 X 4. Dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh – Nias, FAJI bergabung dengan Global Rescue Network (GRN) dalam melakukan tugas kemanusiaan Operasi Pesisir Barat Aceh Nias.

Saat ini Pengurus Besar FAJI telah memiliki perwakilan di 10 propinsi dan di tahun 2005 ini diharapkan bertambah menjadi 15 Pengda. Untuk publikasi FAJI telah menerbitkan Majalah Kegiatan Alam Terbuka JELAJAH, yang menuliskan tidak saja kegiatan Arung Jeram juga kegiatan alam terbuka lainnya

Hubungi Kami :

Hotline    : 081220900524

Selasa, 17 November 2015

Jenis Rintangan Offroad Segala Bidang

Offroad adalah salah satu jenis olahraga ekstrem yang ada, offroad sendiri berkembang di Indonesia belum lama ini, namun pecinta oleh raga otomotif ekstrem ini jumlahnya semakin hari semakin bertambah banyak. Offroad merupakan salah satu jenis oleh raga yang mempunyai banyak rintangan, jenis rintangan offroad sendiri banyak macamnya, dari mulai rintangan ringan sampai ke rintangan yang berat. Rintangan-rintangan offroad ini tentu saja berdasarkan medan yang akan dilalui saat melakukan off-road.

Rintangan Extreme seperti ini :

Jenis rintangan offroad
 sendiri dibagi menjadi dua yaitu rintangan ringan dan rintangan berat. Rintangan ini berdasarkan tingkat kesulitan pada saat melakukan off-road. Rintangan ringan dalam offroad ini maksudnya adalah rintangan yang masih mudah untuk dilalui pada saat off-road. Sedangkan rintangan berat maksudnya adalah rintangan yang membutuhkan kerja keras saat melaluinya. Rintangan-rintangan dalam offroad ini hanya dalam pembagian atau pengelompokan secara umum saja, masih ada pengelompokan lain yang lebih khusus mengenai rintangan off-road. Baca juga, wisata offroad di bandung.
Jenis Rintangan Offroad 

Jenis rintangan offroad yang lebih khusus adalah berdasarkan trek atau jalur yang akan dilewati saat off-road. Banyak rute atau trek pilihan yang dapat anda pilih saat akan melakukan off-road, setiap trek atau rute mempunyai rintangan yang berbeda-beda. Jika anda melakukan offroad di daerah berpasir seperti gurun, rintangan yang akan anda temui adalah bagaimana mobil dapat melaju dengan kencang di daerah berpasir dan tidak terjebak dalam pasir. Rintangan ini dapat anda atasi dengan cara memilih ban yang tepat, pemilihan ban yang tepat akan memudahkan anda pada saat melakukan off-road.Post menarik lainnya, tempat-tempat offroad di bandung.

Nah bagi Anda yang ingin dan mau mencoba olahraga yang satu ini. Dan Anda ingin melakukan offroad di Bandung, hubungi saja kami di :

Hotline     : 081220900524
WhatsAp : 08562066257Email       : info@bandungoffroad.com

Minggu, 15 November 2015

Manfaat Outbond Training – Bandung Offroad

Nah sekarang saya akan membahas tentang manfaat Outbond Training, simak terus ya …

Outbound training belakangan menjadi suatu kegiatan yang banyak diagendakan oleh perusahaan – perusahaan sebagai bentuk kegiatan luar kantor yang sangat bermanfaat. Kegiatan yang berujung akan kemampuan aktualisasi diri dari seorang karyawan sehingga memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perusahaan. Dan melihat pentingnya kegiatan pelatihan, maka dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jasa training apapun mulai tumbuh subur di negeri tercinta ini.



Beberapa kota yang cukup menjadi sasaran favorite bagi perusahaan untuk menggelar kegiatan outing ini seperti outbound puncak Cipanas, outbound Lembang, Sungai dan Ciwidey di Jawa Barat, outbound dan menginap di hotel di malang di Jawa Timur, outbound di bedugul dan kuta Bali. dan tempat – tempat lain di pelosok tanah air. Semua tempat memiliki karakteristik konsep dan metode yang berbeda – beda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan aktualisasi diri bagi pesertanya. Dan untuk tempat-tempat yang saya sebut di atas memiliki kesamaan yaitu menjadikan alam sebagai media tempat belajar aktualisasi diri. Outbound di daerah Puncak dan Ciwidey mengutamakan kegiatan lintas alam mendaki gunung, sedangkan outbound malang dan outbound citarik menggunakan kegiatan rafting di sungai sebagai media pembelajaran aktualisasi diri.


Adapapun manfaat outbound training di dalam meningkatkan aktualisasi diri seseorang diantaranya:
Melatih kemampuan seseorang terutama menumbuhkan jiwa leadership yang mungkin selama ini tidak nampak. Beberapa metode outbound training menggunakan permainan atau kegiatan yang telah diatur skenario-nya untuk membawa suatu team ke dalam suatu permasalahan. Dan saat team tersebut berjuang mengatasi masalah yang ada, maka jiwa leadership seseorang akan muncul.


Melatih kerjasama team. Kegiatan outbound training biasanya dalam bentuk permainan yang melatih masing-masing individu yang mungkin terbiasa bekerja sendiri untuk dapat bahu membahu bersama team-nya di dalam menyelesaikan permainan.


Melatih menyeimbangkan kemampuan analisa dan pola pikir dengan menggunakan otak kiri dan otak kanan. Kesimbangan antara pola berpikir realistis, konseptual dan “feeling” seseorang adalah senjata yang sangat ampuh di dalam mengambil keputusan.


Mengasah kemampuan seseorang di dalam mengambil keputusan terhadap suatu kondisi di mana kondisi tersebut bisa saja tidak pernah di alami sebelumnya.


Meningkatkan kemampuan dan kematangan kedewasaan seseorang di dalam mengambil keputusan.
Menumbuhkan arti penting kehidupan kebersamaan. Terlebih di beberapa kota besar sangat banyak dijumpai orang-orang yang memiliki rasa individualistis yang tinggi. Bahkan mengarah kepada persaingan yang saling menjatuhkan.



Fun. Metode kegiatan aktualisasi diri yang biasanya dikemas dalam kegiatan permainan akan memberikan rasa suka cita yang optimal bagi individu peserta outbound training.

Manfaat outbound training di atas yang dikemas dalam bentuk permainan secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja seseorang dalam sebuah perusahaan untuk menjadi lebih optimal. Biasanya setelah selesai acara training, perlahan-lahan atau secara cepat, pola pikir seseorang akan terbentuk. Hal ini disebabkan metode permainan dalam outbound training lebih mudah mengendap dalam alam bawah sadar seseorang.

Sabtu, 14 November 2015

Tehnik Dasar Mendayung Perahu Rafting – Bandung Offroad

Nah kali ini saya akan membahas tentang Tehnik Dasar Mendayung Perahu Rafting, simak terus ya …

Teknik dasar mendayung rafting yang harus anda perhatikan sebelum anda memulai kegiatan
 rafting anda. Namun sebelumnya, mari ketahui jenis-jenis dayung rafting yang umumnya digunakan untuk bermain rafting. Beberapa diantaranya berbahan plastic, fiber glass dan aluminium.
Untuk dayung kayu sendiri sebenarnya tidak cocok digunakan untuk pemula, sebab lebih berat sehingga kekuatannya menjadi kurang maksimal jika digunakan untuk mendayung. Baca juga, cara aman bermain rafting.



Teknik Dasar Mendayung Rafting

Sedangkan dayung fiber glass ini berbeda sekali dengan dayung yang berbahan kayu, sebab memiliki berat lebih ringan. Akan tetapi, kekurangan dari dayung yang terbuat dari fiber glass ini jika pecah cukup berbahaya, sebab serpihan pecahannya dapat melukai orang-orang.

Berbeda dari kedua jenis dayung diatas, jenis dayung yang berbahan alumunium ini sangat diminati oleh operator rafting dan sangat cocok untuk peserta rafting pemula. Ini dikarenakan bahan alumunium lebih ringan, bisa terapung di ari dan lebih kuat dibandingkan kayu jika digunakan untuk teknik dasar mendayung
rafting.

Teknik dasar mendayung
 rafting ini sangat bervariasi. Misalnya saja untuk gerakan mendayung maju, atau istilahnya forward stroke ini berfungsi menggerakkan dan mengarahkan perahu melaju ke depan. Caranya pun sangat mudah yakni dengan menggerakkan daun dayung ke depan dan didorong di belakang.
Selain itu dayung maju, ada juga dayung mundur atau yang biasa disebut backward stroke. Gerakan mendayung ini berfungsi untuk menurunkan kecepatan laju perahu atau bisa juga untuk menggerakkan perahu kea rah belakang.



Teknik Dasar Mendayung Rafting

Jika ingin membelokkan perahu agak cepat, anda bisa menggunakan teknik dasar mendayung rafting dengan C Stroke. Cara mendayung ini dengan menggerakkan seolah ingin membentuk huruf C dengan membelokkan perahu dan badan. Sedangkan gerakan J Stroke ini adalah untuk menggerakkan perahu pada saat aliran sedang tidak terlalu deras.

Selain itu, masih ada dua lagi cara mendayung rafting yang biasa digunakan oleh peserta
 Rafting di Bandung, yakni dengan draw stroke yang berguna untuk menghindari tabrakan dengan perahu yang anda tumpangi dan perahu yang ada di belakang anda.